kumparan
4 Okt 2018 16:15 WIB

SKK Migas: Capaian Investasi Hulu Migas Tahun Ini Lebih Baik dari 2017

Pompa angguk di sumur minyak. (Foto: instagram @cahayabumi)
Per 30 September 2018, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, investasi hulu migas baru mencapai USD 7,9 miliar atau 56 persen dari target sebesar USD 14,2 miliar. Hingga akhir tahun ini, investasi hulu migas diperkirakan hanya mencapai USD 11,2 miliar atau 79 persen dari target.
ADVERTISEMENT
Meski tak sesuai target yang diharapkan, SKK Migas menyatakan, capaian ini positif karena meningkat dibanding kuartal III 2017. Sebagai pembanding, realisasi investasi hulu migas pada Januari-September 2017 hanya USD 5,57 miliar.
"Secara nilai, ada peningkatan investasi dibandingkan tahun lalu, sejalan dengan peningkatan realisasi kegiatan pengembangan dan optimalisasi produksi, utamanya antara lain dari Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Chevron Pacific Indonesia, ExxonMobil Cepu, dan BP," ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher kepada kumparan, Kamis (4/10).
Aktivitas pengeboran migas. (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
Wisnu menambahkan, pihaknya optimistis realisasi investasi hulu migas dapat meningkat signifikan di kuartal IV 2018. Sebab, banyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang baru merealisasikan program-programnya di akhir tahun.
"Hingga akhir tahun diharapkan sejalan dengan realisasi kegiatan dan program yang lebih besar, dapat mendorong realisasi nilai investasi yang lebih besar," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Meski realisasi investasi di bawah target, penerimaan negara dari hulu migas dipastikan melampaui target. Per 30 September 2018, penerimaan negara dari hulu migas sudah USD 11,8 miliar atau 99 persen dari target APBN 2018 yang sebesar USD 11,9 miliar.
Diperkirakan penerimaan negara dari hulu migas sampai akhir tahun 2018 sebesar USD 16,1 miliar atau 135 persen dari target.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan