kumparan
24 Apr 2019 15:41 WIB

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Hanya 3,3 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto; kumparan
Pertumbuhan ekonomi global diprediksi hanya akan menyentuh 3,3 persen pada tahun ini, turun dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,5 persen. Hal tersebut dipicu akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang belum juga usai.
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi tersebut turut dibahas dalam pertemuan IMF-World Bank Spring Meetings 2019 di Washington, Amerika Serikat, pada pekan lalu.
"Itu merevisi prediksi baru-baru ini sebesar 3,5 persen  dari GDP (Gross Domestic Product)," kata Sri Mulyani dalam Seminar ABAC Women's Luncheon di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (24/4).
Sehingga, ketidakpastian ekonomi global masih akan terus membayangi. Menurut Sri Mulyani, kondisi tersebut akan turut berpengaruh terhadap perekonomian negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping Foto: Reuters/Damir Sagolj
Menurut Sri Mulyani, saat ini ruang kebijakan untuk banyak negara dalam mengatasi masalah tersebut sudah hampir habis. Misalnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
"Banyak negara di dunia sudah memiliki rasio utang terhadap PDB yang lebih tinggi, ini membuat kendala bagi negara tersebut (untuk berkembang)," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dia pun berharap, ketegangan antara AS dengan China dan faktor lain yang menjadi faktor pembuat ketidakpastian ekonomi global dapat teratasi. Namun Sri Mulyani mengklaim sejauh ini, Indonesia tidak terlalu terdampak ketidakpastian itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan