kumparan
29 Mar 2019 17:48 WIB

Sriwijaya Air Masih Negosiasi untuk Batalkan Pesanan Boeing 737 Max

Sriwijaya Air Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Maskapai Sriwijaya Air masih terus bernegosiasi untuk membatalkan pesanan dua unit Boeing 737 Max 8. Adapun sebelumnya dua unit Boeing 737 Max 8 yang dipesan tersebut sebelumnya dijadwalkan datang pada 2020.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Sriwijaya Air, Joseph Saul, mengatakan soal rencana pembatalan tersebut telah disampaikan kepada pihak perusahaan pembiayaan sewa guna usaha atau lessor untuk operational lease.
Namun hingga sekarang, kata dia, belum ada keputusan pasti mengenai pembatalan tersebut karena masih dalam tahap negosiasi. Adapun saat ini, Sriwijaya Air belum memiliki Boeing 737 Max 8
"Kami merencanakan itu (pembatalan pesanan). Dan saat ini lagi terus negosiasi sama lessor," kata Joseph kepada kumparan, Jumat (29/3).
Pesawat Boeing 737 Max 8 dua kali mengalami insiden kecelakaan. Pertama, kejadian nahas maskapai Lion Air yang jatuh perairan Teluk Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018. Adapun Lion Air memiliki pesawat jenis tersebut sebanyak 11 unit.
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi Lion Air melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737-Max 8 milik Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta. Foto: FOTO/Muhammad Iqbal
Kejadian kedua terjadi pada pesawat Ethiopian Airlines pada 10 Maret 2019. Pesawat nahas itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa dengan membawa 157 penumpang.
ADVERTISEMENT
Pembatalan pemesanan pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut tak hanya dilakukan Sriwijaya Air. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia, yang memiliki satu unit pesawat tersebut, juga mengambil sikap serupa.
Garuda Indonesia telah membatalkan untuk mendatangkan 49 unit Boeing 737 Max 8. Sebelumnya Garuda Indonesia telah memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 seharga USD 4,9 miliar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan