kumparan
6 Mei 2019 18:36 WIB

Tahun Ini BEI Targetkan Investor Pasar Modal Syariah Naik 100 Persen

Ilustrasi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal syariah hingga Maret 2019 mencapai 50.500 investor. Jumlah ini meningkat dari posisi akhir tahun lalu yang tercatat sebesar 44.536 investor.
ADVERTISEMENT
Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menargetkan hingga akhir tahun ini pertumbuhan investor pasar modal bisa melampaui capaian tahun lalu.
“Kita pasang target paling tidak sama dengan tahun lalu (tumbuh) 92 persen. Syukur-syukur bisa sampai 100 persen,” ungkap Irwan di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, (6/5).
Menurut Irwan, jika dilihat dari Syariah Online Trading System (SOTS), tahun lalu jumlah investor pasar modal syariah tumbuh 92 persen dari hanya 23.207 investor pada akhir 2017 menjadi 44.536 investor pada akhir 2018.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Eek Indonesia (KSEI) pada akhir 2018, pasar modal memang tumbuh cukup signifikan. Jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 1,61 juta, atau meningkat 44,06 persen dari akhir tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Jumlah SID itu terdiri investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan efek lain, dengan komposisi investor saham sebanyak 851.622 SID, reksa dana 988.946 SID, dan investor pemilik SBN sebanyak 195.119 SID.
Bursa Efek Indonesia Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Meski demikian, Irwan mengaku bahwa literasi masyarakat soal pasar modal syariah di Indonesia masih menjadi tantangan terbesar. Terlebih literasi bagi investor ritel. Keberhasilan literasi menurut Irwan bukan hanya membuat seseorang paham mengenai saham syariah. Namun juga membuat masyarakat menjadi investor dan aktif bertransaksi.
“Jangan cuma pasif mengandalkan dividen. Kalau cuma beli 2 lot, waduh, ya enggak ada pergerakan apa-apa. Jadi ini bagaimana orang paham, setelah paham jadi investor dan aktif,” ujar Irwan.
ADVERTISEMENT
Sebab menurutnya investor ritel untuk saham syariah di Indonesia sangat besar. Untuk itulah menurut Irwan kini pihak BEI tengah mendesain program khusus untuk pendalaman pasar modal syariah.
“Salah satunya dengan bekerja sama dengan komunitas. Itu cukup efektif,” tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan