kumparan
22 Sep 2019 19:37 WIB

Tarif Tol Jakarta - Cikampek Layang Rencananya Dipatok Rp 1.250 per Km

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek siap dioperasikan pada November 2019. Foto: Dok. Kementerian PUPR
Pada libur Natal dan Tahun Baru 2019, Tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau tol layang ditargetkan beroperasi. Dengan demikian, kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek eksisting akan berkurang.
ADVERTISEMENT
Lantas, berapa tarif Tol Jakarta-Cikampek Layang?
Menurut Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Djoko Dwijono, berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang diteken dengan Kementerian PUPR sebelum tol layang itu dibangun, tarif tol itu direncanakan sebesar Rp 1.250 per km.
"Kalau di kami sendiri, tarifnya di PPJT itu Rp 1.250 per km," bebernya saat ditemui di Simpang Susun Cikunir, Bekasi, Minggu (22/9).
Foto udara proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di KM 19, Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Namun menurut dia, nantinya tarif tol layang yang diketok belum tentu sesuai dengan PPJT karena menimbang berbagai hal. Djoko menyebut saat ini pembahasan mengenai tarif yang akan diketok tersebut masih berlangsung.
"Ini pembahasannya cukup alot, karena inginnya semua pihak harus bisa terpuaskan," kata Djoko.
Dia menambahkan, pembahasan alot lantaran pihaknya ingin tarif antara Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Cikampek Layang terintegrasi, artinya nanti kedua ruas tol itu memiliki gerbang tol yang sama dan pengguna saat di dalam tol bisa memilih ingin menggunakan jalur yang mana.
ADVERTISEMENT
"Terintegrasi itu artinya kita bersama dengan bawah (tol eksisting) jadi 1, jadi kita enggak bikin gerbang sendiri. Tapi kebijakan itu ada di Menteri PUPR," tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan