kumparan
3 Jan 2019 14:55 WIB

Tekan Harga Sembako, Bulog Ramai-ramai Operasi Pasar

Pelepasan beras OP-CBP secara simbolis di kantor Perum BULOG Divisi Regional Aceh, Kamis (3/1). (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Mengawali 2019, Perum Bulog melakukan operasi pasar serentak secara nasional di berbagai daerah, dengan salah satu target untuk menekan harga bahan pokok (sembako) terutama beras. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bahan pangan sepanjang 2018 lalu masih tinggi mencapai 3,41 persen.
ADVERTISEMENT
Operasi pasar digelar dalam Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Perum Bulog, dilakukan antara lain di Aceh, Sulawesi Utara (Sulut), Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Perum Devisi Regional (Divre) Bulog Maluku, Arif Mandu mengatakan, stok beras yang dimiliki pihaknya sebanyak 14 ribu ton, dimana 12 ribu ton adalah jenis medium dan sisanya adalah beras premium. Di samping itu, ada gula 4.300 ton, minyak goreng 103 ribu liter, dan terigu 4,5 ton.
"Khusus untuk launching operasi pasar tahun ini harganya sama dengan yang terjadi di tahun 2018 yakni Rp10.000 per kilogram (kg). Jadi harga jual di pasar Rp 10.000, hal ini disebabkan harga tebus di Bulog sebesar Rp 8.900 per kg, untuk beras operasi pasar. Lain hal dengan beras komersial yakni premium juga ada tetapi harganya Rp11.500 per kg," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
Sementara Plh. Perum Bulog Sulut, Munafri Syamsuddin mengatakan, kegiatan KPSH ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu. “Tapi pada awal tahun ini akan kembali diperkenalkan kepada masyarakat," katanya.
Petugas menunjukan stok beras di Gudang Bulog. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Munafri menjelaskan KPSH ini selain menjual beras medium juga ada beras premium, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng. "Dan yang pasti jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar," ujar dia.
Kepala Perum Bulog NTT, Eko Pranoto memastikan, stok beras di wilayahnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat selama 3,9 bulan ke depan. "Stok beras yang kami miliki saat ini sebanyak 33.385 ton dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTT selama 3,9 bulan ke depan," katanya di Kupang, Kamis (3/1).
Operasi pasar ini dijadwalkan berlangsung hingga Maret mendatang. Setelahnya, harga bahan pangan khususnya beras, diharapkan akan turun secara alamiah karena mulai memasuki masa panen pada April.
ADVERTISEMENT
Menurut BPS, inflasi pangan pada 2018 mencapai 3,41 persen dengan andil 0,68 persen terhadap total inflasi nasional. Penyumbang inflasi terbesar antara lain adalah beras dan daging ayam ras.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan