Pencarian populer

The Fed Diprediksi Turunkan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Menguat

Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat didukung oleh penguatan saham Facebook, Amazon dan Apple. Selain itu, investor juga masih menunggu hasil pertemuan penting Federal Reserve yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Selasa (18/6), investor mengharapkan penurunan suku bunga pada awal Juli. Indeks S&P 500 naik 5 persen selama bulan ini setelah jatuh pada Mei karena kekhawatiran perang perdagangan AS-China.
Survei Manufaktur Empire State Federal Reserve Bank of New York menunjukkan aktivitas bisnis di sektor manufaktur di kawasan itu mengalami penurunan ke level terlemah dalam 2,5 tahun. Hal ini menunjukkan adanya kontraksi mendadak dalam kegiatan regional.
“Angka indeks manufaktur Empire State yang keluar sangat mengerikan," ujar Kepala Investasi di Cresset Wealth Advisors di ChicagoJack Ablin.
“Kami kembali ke gagasan bahwa berita buruk adalah berita baik. Pertemuan The Fed akan merespons dengan menurunkan suku bunga,” tambahnya.
Komite penetapan suku bunga Fed akan merilis pernyataannya pada pukul 2 malam hari Rabu, waktu setempat. Ketua Fed Jerome Powell juga dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers setelah pertemuan tersebut.
Ilustrasi Wall Street Foto: Pixabay
Indeks S&P bank, yang cenderung mendapat manfaat dari kenaikan tingkat suku bunga, turun 1 persen. Sedangkan sektor keuangan S&P 500 turun 0,93 persen. Saham-saham favorit dari para investor seperti Facebook, Apple, Amazon, Microsoft dan Netflix mendorong indeks Nasdaq ditutup lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
Dow Jones Industrial Average berakhir 0,09 persen lebih tinggi pada 26.112,53 poin, sementara S&P 500 juga naik 0,09 persen ditutup pada 2.889,67. Nasdaq Composite bertambah 0,62 persen menjadi 7.845,02.
Indeks Philadelphia Semiconductor turun 0,64 persen, tertekan oleh penurunan Advanced Micro Devices sebesar 2,8 persen dan jatuhnya Lam Research sebesar 2,43 persen. Saham teknologi AS memang terpantau menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut disebabkan oleh ketidakpastian sengketa perdagangan dan langkah Washington yang pada Mei lalu memasukkan perusahaan teknologi China Huawei ke dalam daftar hitam.
Selain itu, investor juga menantikan hasil KTT G20 di akhir bulan ini. Mereka berharap adanya kemajuan dalam pembicaraan untuk menyelesaikan perang dagang yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan China.
ADVERTISEMENT
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 5,67 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 6,77 miliar saham.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85