kumparan
12 Okt 2018 19:47 WIB

Timses Prabowo: Make Indonesia Great Again, Bukan Ingin Perang Dagang

Prabowo Subianto memberikan sambutan di Rakernas LDII 2018. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Calon Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal konsep “make Indonesia Great Again” di Rakernas LDII, Kamis (11/10). Konsep tersebut merupakan adopsi dari slogan yang digunakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pidatonya, Prabowo sempat menyinggung soal langkah Amerika Serikat yang dinilai berani untuk memproteksi kepentingan negara salah satunya dengan perang dagang.
ADVERTISEMENT
Terkait pernyataan Prabowo ini, juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, konsep “make Indonesia great again” tidak lantas meniru jejak AS untuk menyuarakan perang dagang. Menurutnya, ekonomi Indonesia harus kembali sesuai dengan pasal 33 UUD 1945.
“Tidak sama sekali (memberlakukan perang dagang),” ungkap Dahnil kepada kumparan, Jumat (12/10).
Menurut Dahnil, untuk mencapai “make Indonesia great again” ada serangkaian tindakan konkrit yang bisa ditempuh. Beberapa di antaranya adalah mendirikan bank tani dan nelayan, melakukan modernisasi pada gudang Bulog, serta memperkuat peran BUMN.
“Bulog kita modernisasi dengan kapasitas gudang dan sistem yang lebih modern, yang bisa menampung stok pangan cukup dalam waktu yang lebih lama tanpa mengurangi kualitas,” jelas Dahnil.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Dahnil mengatakan pihaknya ingin agar BUMN diperkuat sebagai basis pertahanan ekonomi. Selama ini, BUMN hanya menjadi lahan bancakan rente.
“Profesionalisme BUMN ditingkatkan, direksi dan komisaris dengan kualitas mumpuni bukan sekedar kumpulan timses,” tandasnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menginginkan Indonesia bangkit dan menjadi bangsa besar. Ia memodofikasi slogan yang diungkapkan Donald Trump saat mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), yakni Make Indonesia Great Again.
Dahnil Anzar di Kertanegara, Jakarta Selatan. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Hal ini disampaikan Mantan Danjen Kopassus tersebut di hadapan pengurus dan kader LDII dalam acara rakernas di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10).
"Kenapa kok bangsa ini tidak berani mengatakan, bagi bangsa Indonesia, make Indonesia great again?" ujar Prabowo.
Prabowo menilai, harusnya Indonesia berani bersikap seperti Amerika Serikat. Misalnya dalam kasus perang dagang. Saat AS merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka langsung menyatakan perang dagang, tidak ada perdagangan bebas. Akhirnya, AS menjatuhkan tarif terhadap produk-produk impor asal Negeri Tirai Bambu yang kemudian dibalas juga oleh China.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, kata Prabowo, pemerintah Indonesia tak berani bersikap tegas demi kepentingan rakyat Indonesia.
Pernyataan Prabowo bukan tanpa dasar, akibat perang dagang ini. Angka pengangguran di AS bahkan mencapai titik terendah sejak 49 tahun pada perode September 2018. Selain itu, sektor manufaktur di Negeri Paman Sam yang terdampak pada perang dagang AS-China mampu mencetak 18.000 tenaga kerja baru pada bulan lalu. Surplus neraca perdagangan China selama 9 bulan turun 28,3 persen atau dalam kata lain volume ekspor di Tiongkok mulai terdampak perang dagang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·