kumparan
18 Mei 2019 10:52 WIB

Tips Aman Menukar Uang Baru untuk Lebaran

Penjual jasa penukaran uang baru menawarkan uang baru yang banyak dibutuhkan selama Lebaran. Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo
Menukar uang pecahan baru untuk kebutuhan lebaran sepertinya sudah menjadi tradisi masyarakat. Tujuannya bermacam, ada yang memang butuh untuk konsumsi, namun tak jarang juga digunakan untuk membagikan angpau lebaran pada sanak keluarga.
ADVERTISEMENT
Namun, jangan sembarang menukarkan uang pecahan baru. Salah-salah, Anda malah bisa kena tipu lantaran uang yang diterima palsu. Belum lagi, Anda mesti menanggung ongkos penukaran uang yang biasanya tak murah.
Hal ini biasanya Anda dapatkan di lokasi-lokasi penukaran yang tersebar di jalanan, orang populer menyebutnya. Lantas, bagaimanakah agar Anda tetap aman dalam menukar uang pecahan lebaran yang Anda punya?
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, menekankan agar melakukan penukaran uang ke tempat yang resmi. Sebab, akan lebih terjamin keamanannya serta lebih nyaman.
Diketahui, Bank Indonesia telah menyediakan fasilitas penukaran uang lebaran secara resmi yang dibuka sejak 13 Mei hingga 1 Juni 2019. Setidaknya ada 2.941 titik lokasi penukaran yang tersebar di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sementara di DKI Jakarta, ada 287 titik. Di antaranya berlokasi di Monumen Nasional (Monas), Museum Bank Indonesia, Pekan Raya Jakarta, Kepulauan Seribu, rest area KM 57, hingga Jaringan perbankan.
"Kenapa BI semangat ada di titik-titik penukaran, karena kita ingin sekali hapuskan kegiatan orang yang tak bertanggung jawab untuk peredaran uang palsu," ujarnya ketika ditemui di IRTI Monas, Jakarta, Jumat (17/5).
Penukaran uang THR di Monas Foto: ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf
Jika memang kesulitan dalam mengakses di tempat yang ditentukan itu, Rosmaya menambahkan masyarakat bisa memanfaatkan momentum kas keliling BI.
"Ada kas keliling, betul-betul kita datang ke sentra yang banyak orang, seperti pasar, landmark, rest area, itu kita juga hadir. Bila ada institusi yang banyak pegawainya bisa minta datangkan mobilnya ke institusi itu," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Lalu, bagaimana jika kemudian terpaksa menukar di pinggir-pinggir jalan?
Rosmaya mewanti-wanti harus sangat waspada dan teliti. Menurut dia, masyarakat perlu memastikan agar uang diperiksa secara seksama. Prinsipnya 3D yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.
"Harus lihat ciri ciri keasliannya. Kita sudah edukasi, bahwa ciri-cirinya banyak, mulai dari adanya benang pengaman, gambar, macam-macam, jenis kertas dan seterusnya," katanya.
Lebih lanjut, Ia menyebut pemeriksaan itu harus dilakukan secara menyeluruh. "Kita kan enggak tau, kalau di dalam gepokan uang diselipin uang palsu misalnya, makanya harus diteliti," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan