Pencarian populer

Tips Berburu Koper Bekas yang Murah dan Berkualitas

Pedagang koper dan tas sedang menunggu pelanggan. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Barisan koper bekas rapi dipajang di depan toko sejak pagi di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. Mulai dari yang berukuran besar hingga pilihan warna koper yang beragam.

Koper-koper ini, meskipun bekas tapi berkualitas. Berasal dari merek ternama mulai dari Samsonite, Elle, hingga yang termahal Louis Vuitton.

Menjelang mudik Lebaran, banyak orang yang mencari koper untuk pulang kampung. Bagaimana memilih koper bekas untuk keperluan mudik?

Alex, penjual koper di kawasan ini mengatakan, sebelum membeli koper, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan barang yang dibawa mudik. Dengan begitu, si calon pembeli tahu berapa ukuran koper yang cocok.

Penjualan koper dan tas di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Ukuran koper sendiri beragam. Ada yang 16", 20", 24", 28", hingga yang paling besar 30"-32". Tiap ukuran, berat beban yang bisa menampung barang pun berbeda.

"Biasanya kalau mudik yang 28" sampai 30"," kata Alex kepada kumparan, Jumat (17/5).

Selain ukuran, dari bahannya juga menentukan. Ada yang fiber dan kain. Untuk yang bahan fiber, perlu dicari yang bagus karena berbahan plastik. Kalau jelek dan bawaan berat, rentan pecah.

Penjual koper yang lain, Susanto, mengaku lebih suka dengan koper yang berbahan kain. Menurutnya, dari sisi ketahanan jauh lebih kuat dan fleksibel jika bawa barang banyak.

"Tapi yang penting sih tahu kebutuhan bawaannya, warna, dan tergantung selera juga ya mau fiber atau kain," kata dia.

Adapun harga yang dipatok di sini beragam, mulai dari paling murah Rp 300 ribu hingga paling mahal Rp 12 juta. Tapi harga tersebut jauh lebih murah ketimbang harga barang aslinya. Selisihnya bisa sampai 50 persen.

Pengunjung melihat koper dan tas yang dijual di Jalan Surabaya. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Sayangnya, penjualan koper pada lebaran tahun ini tidak begitu menggembirakan bagi para pedagang koper. Susanto merasa jualan tahun ini lebih sepi.

Menurut dia, mahalnya tiket pesawat menjadi salah satu alasan sepinya penjualan koper di Jalan Surabaya. Belum lagi, maskapai memberlakukan bagasi berbayar.

Kondisi ini membuat para pembeli koper memilih ukuran yang lebih kecil. Padahal, biasanya para pemudik cari koper dengan diameter 30-an. Biasanya kalau ramai bisa 5-10 barang terjual, tapi sekarang berkisar 1-3 koper saja.

"Koper gede sekarang kurang laku karena tiket pesawat, kargo (bagasi) juga mahal kan. Jadi cari koper yang enteng dan kecil. Itu terasa, ada saja (penumpang yang mengeluh seperti itu)," ucapnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63