kumparan
21 Mei 2018 13:34 WIB

Video: Mengintip Pengembangan Mobil Tanpa Sopir di China

Video
Selain mengembangkan kendaraan ramah lingkungan berpenggerak listrik, China juga mulai fokus masuk ke fase industri mobil berkonsep driverless alias mobil tanpa sopir.
ADVERTISEMENT
China ingin bersaing dengan negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan teknologi masa depan. Hal ini dibuktikan dengan seriusnya dukungan Pemerintah China.
Presiden Xi Jinping telah menyetujui program ‘suntikan’ permodalan senilai RMB 200 miliar atau setara USD 31,39 miliar kepada perusahaan lokal untuk pengembangan chip atau otak dari kendaraan berkonsep autonomous. Hal ini sejalan dengan mimpi besar pengembangan 30 juta unit mobil driverless di China dalam 10 tahun ke depan.
Di sektor swasta, perusahaan teknologi juga berlomba-lomba membangun dan mengembangkan teknologi kendaraan tanpa pengemudi. South China Morning Post menulis, perusahaan browser terbesar di China, Baidu, bekerja sama dengan raksasa e-commerce lokal, JD.com untuk berinvestasi di pengembangan dan produksi kendaraan berteknologi autonomous senilai USD 1,5 miliar.
Mobil tanpa sopir di China. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Gaung pengembangan kendaraan berkonsep autonomous juga terasa di kota-kota China seperti Kota Xiamen, Provinsi Fujian. Di Kota berpenduduk 4,01 juta jiwa ini, raksasa teknologi Baidu menggandeng perusahaan pembuat bus lokal, Xiamen King Long. Kedua perusahaan China ini melakukan uji coba mini bus dengan teknologi autonomous.
ADVERTISEMENT
kumparan pun sempat mengamati percobaan minibus tanpa pengemudi ini. Uji coba dilakukan di area industri Software Park di Distrik Jimei, Kota Xiamen.
Saat proses uji coba, langit sedang cerah-cerahnya. Di dalam kendaraan, terdapat tiga orang penumpang. Mobil melaju dengan pelan dan penumpang di dalamnya terlihat bercakap-cakap. Mobil sempat berhenti dan seorang pria tampak memegang sebuah tablet layar sentuh.
kumparan memberi isyarat untuk ikut masuk ke dalam kendaraan, namun ketiga penumpang di dalam kendaraan dengan tulisan 100 Apollo Project itu memberi isyarat penolakan.
Mobil tanpa sopir di China. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Penasaran dengan uji coba ini, kumparan kemudian mengkonfirmasi kepada petugas dari produsen bus. Kepada kumparan, sang petugas menyebut bila masyarakat umum belum bisa memakai kendaraan uji coba ini karena pertimbangan keselamatan.
ADVERTISEMENT
“Masyarakat umum masih belum diizinkan ikut serta di dalam kendaraan karena kendaraan ini masih dalam tahap uji coba sehingga belum teruji soal safety,” ujar petugas produsen bus King Long kepada kontributor kumparan di China, Senin (21/5).
Di situs berita lokal Xiamen, whatsonxiamen, proyek kendaraan driverless ini akan mulai memasuki fase produksi skala kecil pada Juli 2018. Apollo Project ini memiliki kapasitas daya angkut 14 penumpang dengan panjang 4 meter dan lebar 2 meter. Selain itu, minibus dirancang untuk melesat dengan kecepatan 20-40 km per jam.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·