kumparan
11 Mar 2019 7:16 WIB

Wall Street Anjlok Akibat Laporan Tenaga Kerja AS Melambat

Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Indeks utama Wall Street anjlok dan mencatatkan penurunan mingguan terbesar pada akhir pekan lalu. Laporan pekerjaan AS dan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat memicu kekhawatiran investor.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Senin (11/3), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 22,99 poin atau 0,09 persen ke 25.450,24, indeks S&P 500 (SPX) kehilangan 5,86 poin atau 0,21 persen menjadi 2.743,07 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 13,32 poin atau 0,18 persen menjadi 7.408,14.
Pertumbuhan lapangan kerja AS relatif stagnan di Februari 2019, dengan hanya menciptakan 20.000 pekerjaan, menambah tanda-tanda perlambatan ekonomi pada kuartal pertama. Keuntungan penggajian yang dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS juga yang terlemah sejak September 2017.
Laporan tenaga kerja AS yang lemah menambah kekhawatiran ekonomi. Ditambah adanya penurunan tajam ekspor China dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang memangkas perkiraan pertumbuhan untuk wilayah tersebut turut menambah kekhawatiran investor.
"Orang-orang khawatir tentang laporan pekerjaan dan pertumbuhan global secara umum dan itu mendorong pasar lebih rendah," kata Brent Schutte, Kepala Strategi Investasi di Northwestern Mutual Wealth Management Company di Milwaukee, AS.
Fearless Girl di Wall Street Foto: Mark Lennihan/AP
Indeks Transportasi Dow Jones turun 0,5 persen, penurunan terpanjang sejak 1972, menurut Indeks S&P Dow Jones.
ADVERTISEMENT
Saham energi turun paling besar di antara 11 sektor utama, turun 2,0 persen karena harga minyak juga turun.
Saham Exxon Mobil turun 1,4 persen dan berada di antara hambatan terbesar di S&P. Saham utilitas memimpin kenaikan di antara sektor lainnya, sektor bahan pokok konsumen dan real estat berakhir positif.
Dalam berita perusahaan, saham Costco Wholesale naik 5,1 persen setelah laba kuartalan operator klub gudang itu melampaui estimasi.
Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 7,3 miliar selama 20 sesi terakhir.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan