kumparan
8 Mar 2019 7:21 WIB

Wall Street Anjlok Dipicu Pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa

Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Bursa saham AS atau Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Kamis (7/3). Hal ini terjadi usai Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) mengatakan akan menunda kenaikan suku bunga dan menawarkan pinjaman murah ke bank.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Jumat (8/3), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 200,23 poin atau 0,78 persen menjadi 25.473,23. Sementara indeks S&P 500 (SPX) turun 22,52 poin atau 0,81 persen menjadi 2.748,93 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 84,46 poin atau 1,13 persen menjadi 7.421,46.
Pasar saham AS kali ini dipengaruhi pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi. Dia mengatakan tentang kondisi ekonomi yang melemah dan penuh ketidakpastian. Ini dikatakan saat mengumumkan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
“Di satu sisi, pembicaraan dovish bisa menjadi bullish. Di sisi lain, mungkin itu menunjukkan betapa lambatnya keadaan di sana,” kata Chuck Carlson, CEO di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Menurut Carlson, dengan pemangkasan pertumbuhan ekonomi dan inflasi Eropa, membuat pertanyaan tentang seberapa lama AS bisa menjadi satu-satunya yang mendorong ekonomi global maju. Sementara Eropa tak terlalu banyak membantu.
ADVERTISEMENT
Laju pasar saham yang sempat bergerak naik terpaksa kembali terhenti, dipicu optimisme atas kesepakatan perdagangan AS-China dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengurangi langkah agresifnya terkait suku bunga.
Adapun saham yang mencatat penurunan antara lain, saham Kroger Co yang anjlok 10,0 persen setelah toko ritel itu memproyeksikan laba tahunan di bawah perkiraan Wall Street.
Sekitar 7,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas 7,4 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan