Pencarian populer

Wall Street Bangkit, Ditopang Saham Keuangan

Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street merangkak naik pada penutupan perdagangan Selasa (26/3). Sektor keuangan menghentikan penurunan beruntun selama lima hari karena imbal hasil obligasi AS yang mulai stabil, di atas posisi terendah selama 15 bulan.

Dilansir Reuters, Rabu (27/3), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 140,9 poin atau 0,55 persen menjadi 25.657,73, indeks S&P 500 (SPX) naik 20,1 poin atau 0,72 persen menjadi 2.818,46, dan Nasdaq Composite (IXIC) menguat 53,98 poin atau 0,71 persen menjadi 7.691,52.

Indeks keuangan S&P 500 naik 1,1 persen dan mencatat kenaikan persentase harian terbesar sejak 15 Februari 2019. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun stabil tetapi di atas level yang dicapai Senin, yang merupakan terendah sejak Desember 2017.

Keuntungan S&P 500 datang setelah dua sesi penurunan yang dipicu oleh kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan kurva yield yang terbalik.

“Ada stabilisasi di pasar obligasi. Apa yang tidak ingin Anda lihat adalah kurva terbalik yang berkelanjutan. Pasar sedang menunggu hasil, tidak ada keraguan tentang hal itu, "kata Quincy Krosby, Kepala Strategi Pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Indeks energi S&P melonjak 1,5 persen, memimpin kenaikan persentase di antara sektor lainnya, karena harga minyak naik dipicu pengurangan pasokan OPEC dan ekspektasi persediaan AS yang lebih rendah.

Namun saham Apple Inc berakhir turun 1 persen, setelah hakim perdagangan AS merekomendasikan Qualcomm Inc memenangkan larangan penjualan pada beberapa model iPhone Apple yang mengandung chip yang dibuat oleh Intel Corp dalam satu dari dua sengketa paten.

Selain itu, investor juga mencerna angka kepercayaan konsumen yang lemah untuk bulan Maret, serta data perumahan yang menunjukkan pembangunan kembali AS turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari.

Carnival Corp anjlok 8,7 persen setelah operator kapal pesiar terbesar di dunia memangkas perkiraan laba tahunannya.

Volume perdagangan Wall Street tercatat 6,55 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan selama 20 hari sekitar 7,66 miliar saham.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: