kumparan
11 Apr 2018 7:31 WIB

Xi Jinping Akan Turunkan Tarif Impor, Wall Street Menguat

Ilustrasi Wall Street (Foto: Pixabay)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mampu menguat pada penutupan perdagangan Selasa (10/4). Hal ini karena kekhawatiran investor mereda terkait perang dagang usai Presiden China Xi Jinping mengeluarkan pernyataan akan memotong tarif impor.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Rabu (11/4), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 428,9 poin atau 1,79% menjadi 24.408. Saham S&P 500 (SPX) naik 43,71 poin atau 1,67% menjadi 2.656,87. Selanjutnya Nasdaq (IXIC) menambahkan 143,96 poin atau 2,07% ke level 7.094,30.
Xi mengatakan bahwa China akan memperluas akses pasar bagi investor asing dan berjanji akan memotong tarif impor. Ini merupakan angin segar bagi Pemerintahan Donald Trump.
Komentar Xi ini memberikan tenaga kepada pasar saham global, termasuk AS, usai adanya ketegangan perang tarif AS dan China.
"Komentar Xi tersebut memberikan sinyal bahwa risiko telah berkurang. Oleh sebab itu kami melihat saham teknologi mampu menguat." jelas analis Gradient Investments, Arden Hills, Minnesota, AS, Mariann Montagne.
ADVERTISEMENT
Saham Facebook menjadi salah satu pendorong penguatan indeks acuan S&P 500 dengan naik 4,5%, setelah pendirinya yaitu Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS.
Kenaikan tersebut merupakan presentase keuntungan terbesar dalam hampir dua tahun.
Meski demikian, ada juga pendorong penurinan Wall Street pada sesi awal. Kenaikan harga produsen menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang kinerja pasar masa depan.
"Ini tidak cukup untuk mengimbangi harapan yang lebih baik tentang ekonomi secara keseluruhan," kata Kate Warne, ahli strategi investasi di Edward Jones di St Louis.
Stok AS juga akan menghadapi ujian besar dalam beberapa minggu mendatang karena adanya laba kuartal I 2018. JPMorgan Chase (JPM.N), Citigroup (C) dan Wells Fargo (WFC.N) akan memulai musim laba pada pekan ini.
ADVERTISEMENT
Volume perdagangan saham di Wall Street tercatat 7,14 miliar saham. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 sesi terakhir sekitar 7,33 miliar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan