kumparan
22 Feb 2018 15:09 WIB

Yusuf Mansur: Yuk Buka Bareng Tabungan di Bank Muamalat

Bank Muamalat (Foto: Antara Foto)
PT PayTren Aset Manajemen milik Ustaz Yusuf Mansur dikabarkan akan menyuntikkan dana untuk memperkuat struktur permodalan Bank Muamalat Indonesia. Kabar ini mencuat, setelah PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), batal mengakusisi sebagian saham bank syariah pertama di Indonesia itu.
ADVERTISEMENT
Yusuf Mansur menolak mengkonfirmasi hal itu. Secara diplomatis, Yusuf Mansur menyatakan Bank Muamalat harus tetap ada karena merupakan aset umat Islam. Apalagi punya nilai historis sebagai bank syariah pertama di Indonesia.
“Soal ngebeli itu gampang. Cuma 'kan ada aturannya di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang harus diikuti,” kata Yusuf kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (19/2).
Terlepas dari proses akuisisi Muamalat yang diatur OJK, Yusuf Mansur menggalang gerakan untuk mendukung bank tersebut. Melalui akun instagram-nya @yusufmansurnew, dia mengajak keluarga muslim Indonesia untuk bersama-sama membuka tabungan di Bank Muamalat.
“Siapa yang naro kebaikan, akan dapet kebaikan. Bismillah. Buat keluarga muslim muslimah, di mana pun berada, yuk ikutan program BUKA BARENG TABUNGAN BARU, di BANK MUAMALAT,” tulisnya pada Kamis (22/2).
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Dikutip dari akun tersebut, Yusuf merencanakan program buka tabungan bareng di Bank Muamalat itu dilaksanakan pada Rabu (28/2) siang. Secara khusus dia mewajibkan keluarga besar Darul Qur’an dan PayTren untuk ikut gerakan ini.
Yusuf Mansur dan Bank Muamalat (Foto: Dok. Antara, kumparan)
“Bentuk dukungan riil, sekalian menunjukkan bahwa Bank Muamalat sehat. Dan sistem ekonomi syariah, oke banget. Jangan percaya sama berita jelek. Apalagi yang menjelekkan diri kita sendiri,” tulisnya lagi.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan, kondisi Bank Mualamat masih bagus. "Ada lah radang-radang, tapi masih bagus, bukan masalah likuiditas. Kalau NPL di atas threshold diminta setor modal," jelasnya saat dijumpai di kantor OJK, Jakarta, Kamis (15/2).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan