kumparan
17 Apr 2018 9:07 WIB

ZTE Disanksi AS dan Inggris, Bursa Hong Kong Setop Perdagangan Saham

Stan ZTE di MWC 2017. (Foto: REUTERS/Paul Hanna)
Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) melarang perusahaan-perusahaan mereka menjual komponen ke industri telekomunikasi China, ZTE Corp. Dikutip dari Reuters, sanksi yang dijatuhkan AS itu berlaku selama tujuh tahun.
ADVERTISEMENT
Manajemen ZTE sendiri masih mempelajari sanksi itu. Namun bursa Hong Kong memutuskan untuk menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham perusahaan tersebut. Penghentian perdagangan mulai dilakukan pada Selasa (17/4).
Departemen Perdagangan AS menjelaskan, sanksi dijatuhkan karena ZTE melanggar persyaratan khusus yang diberlakukan AS. Perusahaan China itu pada 2017 lalu, mengaku bersalah di Pengadilan Federal di Texas, karena bersekongkol untuk melanggar sanksi AS. ZTE mengakui telah secara ilegal menjual barang dan teknologi AS ke Iran.
Atas putusan bersalah dari pengadilan tersebut, ZTE dikenai hukuman membayar denda USD 890 juta, serta tambahan denda lainnya senilai USD 300 juta yang dapat dikenakan. Total denda yang harus dibayar perusahaan yang bermarkas di Shenzen itu setara Rp 16,4 triliun (dengan kurs Rp 13.700).
Ilustrasi memantau bursa saham. (Foto: Pixabay)
Perusahaan teknologi telekomunikasi itu juga memecat 4 pekerja senior mereka, serta menjatuhkan sanksi disiplin terhadap 35 karyawan lainnya. Hal ini juga merupakan bagian dari putusan pengadilan yang menyatakan ZTE bersalah.
ADVERTISEMENT
Perusahaan yang didirikan pada 1985 itu masih mengkaji, dampak dari keputusan AS untuk melarang perusahaan Amerika menjual komponen untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Badan Keamanan Cyber Utama Inggris juga telah memperingatkan perusahaan dan instansi di sektor telekomunikasi, agar hati-hati dalam menggunakan layanan teknologi dari ZTE.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan