kumparan
28 Jun 2018 15:43 WIB

6 Lift untuk Atlet Berkursi Roda Disiapkan di Wisma Atlet

Fasilitas atlet Asian Para Games. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Tahun 2018, dua agenda olahraga akbar akan berlangsung di Jakarta. Jadwal pertama adalah Asian Games yang berlangsung 18 Agustus hingga 2 September. Kemudian, pesta atlet difabel bertajuk Asian Para Games menyusul pada 6-13 Oktober.
ADVERTISEMENT
Nah, untuk agenda yang terakhir disebut itu, seluruh atlet juga bakal menggunakan hunian sama, yakni Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Untuk mengakomodasi atlet berkebutuhan khusus itu, Wisma Atlet menyediakan enam lift khusus pengguna kursi roda.
Ditemui di Wisma Atlet Kemayoran, Kamis (28/6/2018), Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi A.H, menjamin penambahan lift akan selesai pertengahan Juli. Rencana ini tidak akan menggangu test event Asian Para Games yang berlangsung hingga 3 Juli.
"Untuk Asian Para Games hanya finishing lift, tapi tidak mengganggu test event karena dipasang di hall. Pertengahan Juli semua (renovasi) harus selesai untuk Asian Games dan Asian Para Games. Kami siapkan yang terbaik agar semua lancar," ucap Khalawi kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
Fasilitas atlet Asian Para Games. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Selain dimudahkan dengan lift bagi pengguna kursi roda, para atlet difabel nantinya menggunakan lima dari tujuh tower yang tersedia. Di lima tower itu, masing-masing disediakan 200 kamar khusus sehingga total tersedia 1.000 kamar bagi atlet difabel. Baik penambahan lift maupun renovasi kamar dengan biaya Rp150 miliar diambil dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kementerian PUPR.
Khalawi pun menyatakan, pihaknya siap mendukung kesuksesan rangkaian pesta olahraga di Ibu Kota. "Seratus hari lagi menuju Asian Para Games. Kami siapkan fasilitas ini nomor satu untuk atlet. Kami pastikan siap untuk Asian Games maupun Asian Para Games. Tunjukkan semangat kita, Indonesia bisa menang dan juara umum. Selamat berjuang, kami bangsa Indonesia berdoa untuk kalian semua," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Wisma Atlet Kemayoran (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Sementara itu, Direktur Wisma Atlet untuk Asian Para Games, Rafiq Hakim Radinal, berujar bahwa penambahan lift di Wisma Atlet menjadi sebuah catatan positif bagi Indonesia selaku tuan rumah. Kata Rafiq, hanya tersedia empat hingga lima lift di Asian Para Games sebelumnya.
"Dengan tambahan sekarang, Indonesia bisa membuat 12 lift dalam satu tower. Kalau saat ini masih pakai lift barang pelan, ke depan akan berbeda. Untuk kursi roda enam, difabel lain enam, jadi total 12 lift dalam satu building. Ini hebat sekali," ujar Rafiq.
Rinciannya, lanjut Rafiq, 12 lift terdiri dari enam lift bagi pengguna kursi roda, empat bagi atlet tanpa kursi roda, dan dua lift standar. Ini diharapkan mampu membantu 3.000 atlet yang akan bertanding di Asian Para Games mendatang, termasuk untuk 2.000 ofisial berbagai negara.
ADVERTISEMENT
"Pelayanan pun beda (dengan Asian Games) dari sistem transportasi, relawan, toilet, hingga fasilitas umum seperti dapur dan cara serving buffet. Semua berbeda," katanya mengimbuhkan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan