kumparan
29 Jun 2018 8:17 WIB

Ada Pembuktian di Balik Gol Januzaj ke Gawang Inggris

Aksi Januzaj usai mencetak gol ke gawang Inggris. (Foto: Fabrizio Bensch/Reuters)
Bagi Adnan Januzaj, gol ke gawang Inggris bukan sekadar gol yang memenangkan timnya. Di dalamnya terkandung makna lebih yang membuat laga Belgia melawan Inggris menjadi salah satu pertandingan paling penting yang pernah dilakoninya di sepanjang karier.
ADVERTISEMENT
Belgia menutup pertandingan terakhir mereka di Grup G Piala Dunia 2018 dengan hasil memuaskan. Menghadapi Inggris di Kaliningrad Stadium, pada Jumat (29/6/2018) dini hari WIB, anak-anak asuh Roberto Martinez mendapatkan poin penuh usai menutup laga dengan kemenangan 1-0.
Satu-satunya gol Belgia dalam pertandingan ini diciptakan oleh Januzaj di menit ke-51. Menerima umpan Youri Tielemans, pemain Real Sociedad ini mengakhiri upayanya lewat sepakan melengkung ke sisi kanan gawang Jordan Pickford.
Gol ke gawang Inggris ini tak hanya membuat Januzaj membubuhkan gol internasional perdana untuk Belgia. Lebih dari itu, gol ini adalah ajang pembuktian bagi eks pemain Manchester United tersebut yang menghabiskan tiga setengah musim kariernya di Premier League.
Tiga setengah musim di Premier League, karier Januzaj bak rollercoaster. Ia pernah dipuji karena dianggap sebagai salah satu mutiara sepak bola Inggris. Namun, di sisi lain, ia tak jarang dihina karena kerap tampil mengecewakan.
ADVERTISEMENT
Pelbagai masalah dan kekecewaan pada akhirnya membuat Januzaj memutuskan pergi. Per musim panas tahun lalu, ia resmi meninggalkan Inggris untuk terikat kontrak selama lima musim bersama Sociedad di La Liga.
Januzaj jadi solusi kebuntuan Belgia. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa menjungkirbalikkan kritik. Saya bekerja keras tahun ini dan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Satu yang terpenting, saya ingin mereka tahu bahwa saya telah berkembang,” katanya usai laga seperti dikutip dari FourFourTwo.
Naik turun karier di Premier League dibalas Januzaj dalam laga ini. Bermain sebagai penyerang sayap kanan, ia membuat lini belakang Inggris kocar-kacir. Danny Rose dan Gary Cahill yang bergantian mengawasinya tak kuasa menahan lincahnya alumnus akademi FC Brussels ini.
Penampilan apik Januzaj tak hanya didasari oleh gaya bermain di atas lapangan. Menurut catatan statistik Whoscored, ia berhasil membukukan empat percobaan, tiga dribel sukses, dan akurasi umpan sukses yang mencapai 82%.
ADVERTISEMENT
Tak hanya membuat Belgia memetik kemenangan, usaha Januzaj dalam pertandingan ini pada akhirnya diakui oleh FIFA. Usai pertandingan tersebut, ia dianugerahi gelar Man of the Match atau pemain terbaik laga ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan