Pencarian populer
23 Juni 2018 6:40 WIB
0
0
Ahmed Musa dan Skema yang Membawa Nigeria Tampil Lebih Baik
Pemain Nigeria merayakan gol. (Foto: REUTERS / Toru Hanai)
Tim Nasional (Timnas) Nigeria bermain apik dalam matchday kedua Piala Dunia 2018. Bersua Timnas Islandia di Volgograd Arena, Jumat (22/6/2018) malam WIB, mereka menang dengan skor 2-0. Nigeria pantas berterima kasih kepada Ahmed Musa.
Di laga ini, Nigeria memegang kuasa penuh laga atas Islandia. Tidak hanya unggul dalam persentase penguasaan bola (61,5% berbanding 38,5%), mereka juga unggul jauh dari Islandia soal peluang yang diciptakan. Nigeria menciptakan 16 kali tembakan, sedangkan Islandia hanya menorehkan 9 tembakan.
Tak heran, dengan kuasa penuh laga yang dipegang ini, Nigeria membuat Islandia benar-benar tidak berkutik. Dalam laga ini, di antara para pemain Nigeria ada satu bintang yang mencuat ke permukaan. Dia adalah Ahmed Musa. Selain dua gol yang dia ciptakan pada menit 49 dan 75, dia juga cukup berkontribusi dalam penyerangan Nigeria.
Total, pemain yang masih berstatus pemain Leicester City ini melepaskan 3 kali tembakan (2 mengarah ke gawang) serta usaha kali dribel sebanyak 4 kali. Pergerakan tanpa bolanya juga acap mengancam pertahanan Islandia dalam beberapa kesempatan, sampai akhirnya dua gol sukses dia cetak dalam laga ini.
Berkat dua gol yang dia cetak, Musa masuk jajaran pemain elite Afrika yang sukses mencetak banyak gol di Piala Dunia. Tercatat, bersama Asamoah Gyan asal Ghana (6 gol) dan Roger Milla asal Kamerun (5 gol), Musa menjadi salah satu pemain yang paling banyak menyumbang gol di Piala Dunia dengan catatan 4 gol.
Selain menjadi bagian dari para pemain elite Afrika yang menyumbang banyak gol di Piala Dunia, Musa menjadi pemain yang rutin menyumbang gol bagi Nigeria di Piala Dunia. Tercatat, empat gol terakhir yang Nigeria cetak di ajang Piala Dunia, semuanya disumbangkan oleh Musa.


Namun, dalam pertandingan ini, apiknya permainan Musa juga tak lepas dari perubahan taktikal yang dilakukan oleh Gernot Rohr, pelatih Nigeria. Sadar bahwa ada sistem yang tak berjalan ketika mereka dikalahkan Kroasia di laga pembuka, Rohr langsung melakukan perubahan skema di laga kedua ini.
"Kami mengubah strategi dan skema yang kami terapkan, bermain dengan formasi 3-5-2 dengan menempatkan Victor Moses sesuai dengan posisi di klubnya, Chelsea. Kapten kami (John Obi Mikel), juga ditempatkan di posisi yang lebih defensif, sama seperti ketika main di Chelsea," ujar Rohr seperti dilansir ESPNFC.
"Saya kira ini (perubahan taktikal, red) bekerja dengan baik. Mereka melakukannya untuk negara mereka sendiri, untuk tim. Tidak mudah untuk meyakinkan mereka tapi pada akhirnya semua berjalan dengan baik. Banyak ruang tercipta dan kecepatan yang kami miliki terbukti jadi pembeda," tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Nigeria membuka peluang mereka lolos ke fase gugur. Tapi, lawan yang menanti mereka di laga ketiga nanti bukanlah lawan yang enteng. Ada Timnas Argentina yang sudah menanti mereka. Jika sukses mengalahkan Argentina, pintu menuju fase gugur akan terbuka bagi Nigeria.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: