kumparan
27 Mei 2018 5:57 WIB

Air Mata Salah, Air Mata Pendukungnya di Mesir

Salah meninggalkan lapangan. (Foto: Phil Noble/Reuters)
Mohamed Salah cedera, warga Mesir ikut sedih.
Pria 25 tahun itu adalah permata bagi banyak pihak, tidak terkecuali untuk negaranya, Mesir. Salah tidak hanya tampil dengan performa cemerlang musim ini, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi hal-hal lain di luar lapangan.
ADVERTISEMENT
Pada sebuah tulisannya, New York Times pernah menyebut Salah telah meruntuhkan tembok pembatas kultur. Sementara itu, BBC melaporkan bahwa kini stadion-stadion di Inggris mulai kedatangan banyak suporter Muslim. Fasilitas untuk penonton Muslim pun disediakan oleh berbagai stadion di Inggris karenanya.
Dengan total 44 gol sepanjang musim 2017/18, Salah sulit untuk dimarjinalkan. Ia jadi sebentuk harapan dari mereka yang merasa terwakilkan dengan kehadiran dan kemampuannya.
Ketika ia cedera pada final Liga Champions, yang kecewa pun bukan dirinya seorang, melainkan seluruh negara.
Mohamed Salah cedera di final Liga Champions. (Foto: Phil Noble/Reuters)
Pada final yang mempertemukan Real Madrid dan Liverpool di Stadion NSC Olimpiskiy, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB, Salah hanya bermain sampai menit ke-31. Dirinya mengalami cedera bahu setelah beradu fisik dengan bek sekaligus kapten Madrid, Sergio Ramos.
ADVERTISEMENT
Dari siaran ulang, terlihat bahwa lengan Salah terkunci tangan Ramos ketika kedua pemain jatuh. Malang buat salah, tidak hanya tangannya yang terkunci dan tertarik, tetapi bahunya juga membentur tanah.
Ia pun langsung ditarik dan digantikan Adam Lallana. Pemain Terbaik Premier League 2017/18 itu mengalami dislokasi bahu.
Mohamed salah (Foto: Reuters/Phil Noble)
Dari kabar yang beredar, Salah langsung dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, menurut laporan BBC, cedera dislokasi bahu biasanya membutuhkan waktu enam minggu untuk pemulihan. Dengan Piala Dunia 2018 kurang dari sebulan lagi --dimulai pada 14 Juni 2018--, ada kemungkinan Salah tak ambil bagian di dalamnya.
Wajar kalau warga Mesir kesal dan menuding Ramos macam-macam.
"Kejadiannya memang bisa diperdebatkan, tetapi Ramos semestinya bisa melepaskan tangannya," ujar jurnalis King Fut --sebuah situs asal Mesir--, Marwan Ahmed, kepada Al Arabiya.
ADVERTISEMENT
"Saya berharap, dia bisa segera fit. Kans kami di Piala Dunia bergantung padanya," imbuh Ahmed.

Beberapa fans ikut menangis melihatnya menangis.

- Marwan Ahmed.

Lewat penuturannya yang lain, Ahmed juga ikut bersedih melihat Salah menitikkan air mata. Ya, eks pemain Chelsea dan AS Roma itu menangis ketika dirinya meninggalkan lapangan.
"Beberapa fans ikut menangis melihatnya menangis."
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan