Ajax Kandaskan Madrid dan Juventus... Siapa Selanjutnya?

17 April 2019 14:33 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para pemain Ajax merayakan kemenangan atas Juventus. Foto: Marco Bertorello/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain Ajax merayakan kemenangan atas Juventus. Foto: Marco Bertorello/AFP
ADVERTISEMENT
Dengan rata-rata usia skuat 24 tahun, Ajax memang tampak seperti bocah di hadapan Juventus, si penguasa Serie A dalam tujuh musim terakhir yang memiliki pemain-pemain lebih matang. Namun, sepak bola bukan urusan umur semata. Lihat saja: Di Turin, De Godenzonen melaju ke semifinal Liga Champions usai mengandaskan Juventus.
ADVERTISEMENT
Rabu (17/4/2019) dini hari WIB, Ajax menang 2-1 atas Juventus di markas raksasa asal Italia tersebut. Dengan begitu, mereka melaju ke semifinal dengan agregat 3-2 --menunjukkan apa yang mereka capai sejauh ini bukanlah kebetulan belaka.
Sebelum membuat Juventus angkat koper, Ajax terlebih dulu membikin Real Madrid --juara Liga Champions dalam tiga edisi terakhir-- diingatkan bahwa sepak bola bukan perkara punya pemain-pemain bintang saja. Tanpa pakem yang mumpuni (dan skuat yang kohesif), deretan pemain bintang itu bakal sia-sia. Sama seperti Juventus, Madrid juga kandas di hadapan pendukung sendiri pada leg kedua.
Lebih jauh lagi, mereka juga sempat membuat Bayern Muenchen kerepotan di fase grup. Dua kali bertanding, tim besutan Erik Ten Hag itu menahan imbang Bayern 1-1 dan 3-3. Well, Bayern memang sempat dilanda inkonsistensi musim ini, tetapi tetap saja tim besutan Niko Kovac itu punya skuat yang lebih matang ketimbang bocah-bocah dari Amsterdam itu.
ADVERTISEMENT
"Kami sudah menunjukkannya di Bernabeu (ketika melawan Madrid, red), ketika menghadapi Bayern, dan kami memperlihatkannya lagi ketika melawan Juventus hari ini. Rasanya sulit dipercaya, tapi skuat kami punya potensi," ujar Matthijs de Ligt, kapten Ajax yang baru berusia 19 tahun, di situsweb resmi UEFA.
"Kami semua masih cukup muda, tapi Anda bisa melihatnya: Kami berkembang di tiap laga," kata De Ligt.
Ya, De Ligt benar. Pada laga melawan Juventus, Ajax memperlihatkan bagaimana pendekatan proaktif mereka dari segi taktik mampu menutup pendekatan Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, yang masih mengandalkan kemampuan individu. Pada babak kedua laga, Ajax betul-betul mendominasi pertandingan.
Lalu, selanjutnya siapa yang bakal dihadapi? Merujuk dari bagan fase gugur Liga Champions, calon lawannya ada dua: Tottenham Hotspur dan Manchester City. Sejauh ini, Spurs tengah unggul 1-0 atas City dan akan berusaha mempertahankan (atau memperbesar) keunggulan itu di Etihad Stadium, Kamis (18/4) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT