kumparan
24 Jun 2018 8:46 WIB

Akankah Rekor Jumlah Penalti Tercipta di Piala Dunia 2018?

Penalti VAR pertama di Piala Dunia. (Foto: Reuters/Sergio Perez)
Dua matchday belum sepenuhnya rampung saja, Piala Dunia 2018 sudah menghadirkan rekor anyar. Percaya tidak percaya, jumlah tendangan penalti yang sudah dihasilkan dari 29 pertandingan kali ini sudah lebih banyak dari total tendangan penalti di 64 pertandingan Piala Dunia 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
Pertandingan antara Meksiko dan Korea Selatan (Korsel) di matchday kedua Grup F, Sabtu (23/6/2018) malam WIB, belum berusia setengah jam ketika Milorad Mazic, wasit yang memimpin final Liga Champions 2018 lalu, meniup peluit seraya menunjuk titik putih. Penyebabnya, pemain Korsel, Jan Hyun-soo, dianggap menyentuh bola dengan tangannya saat berusaha menghalangi umpan silang Carlos Vela.
Tendangan penalti pun diberikan kepada Meksiko. Vela yang dipercaya menjadi eksekutor sukses menaklukkan kiper Cho Hyun-woo.
Gol Vela itu tak cuma jadi pembuka kemenangan Meksiko atas Korsel, tetapi juga menjadi momen penting Piala Dunia kali ini. Pasalnya, penalti Vela itu adalah penalti ke-14 pada turnamen kali ini. Sebagai perbandingan, pada Piala Dunia 2014 lalu, di sepanjang turnamen hanya ada 13 penalti yang tercipta.
ADVERTISEMENT
Maraknya jumlah penalti pada Piala Dunia 2018 ini jelas tidak bisa dipisahkan dari kontribusi Video Assistant Referee (VAR). Dari semua penalti tersebut, enam di antaranya lahir setelah wasit berkonsultasi dengan teknologi anyar tersebut.
Penalti pertama yang lahir dari VAR adalah penalti yang diberikan untuk Prancis pada laga menghadapi Australia. Ketika itu, wasit Andres Cunha sempat ragu apakah penalti layak diberikan atau tidak setelah Ousmane Dembele dijatuhkan pemain Australia di dekat garis batas. Berkat VAR, Cunha akhirnya bisa memutuskan bahwa pemain Barcelona itu dijatuhkan setelah sudah masuk ke dalam kotak penalti. Oleh Antoine Griezmann, 'hadiah' dari wasit itu dikonversi menjadi gol.
Setelahnya, lahirlah lima penalti lain. Salah satu dari penalti yang patut dikenang itu adalah penalti dari Mohamed Salah. Salah mencetak gol perdananya di Piala Dunia berkat bantuan VAR, meski akhirnya Mesir harus menyerah 1-3 dari Rusia.
ADVERTISEMENT
Review VAR di laga Nigeria vs Islandia. (Foto: Reuters/Sergio Perez)
Kendati demikian, ada pula beberapa insiden yang semestinya berbuah penalti, tetapi dibiarkan saja oleh wasit meski sudah ada VAR. Contoh teranyarnya adalah pada laga Jerman vs Swedia. Pada babak pertama, sebelum mencetak gol via Ola Toivonen, Swedia sempat mendapat peluang emas lewat Marcus Berg. Meski dalam tayangan ulang terlihat bahwa Berg dijatuhkan Antonio Ruediger, wasit bergeming dan membiarkan pertandingan tetap berjalan.
Selain Berg, Harry Kane dan Aleksandr Mitrovic juga dirugikan oleh VAR. Kane dianggap pantas mendapat penalti pada laga menghadapi Tunisia. Sementara, Mitrovic yang ditubruk oleh pemain Swiss harus gigit jari karena wasit Felix Byrch tidak berbuat apa-apa. Bahkan, Federasi Sepak Bola Serbia sampai mengirimkan komplain resmi kepada FIFA karena kealpaan Byrch tersebut.
ADVERTISEMENT
Namun, selain kesalahan-kesalahan yang merugikan Berg, Kane, dan Mitrovic itu, VAR juga ternyata benar-benar berfungsi untuk membantu wasit membuat keputusan yang benar. Pada laga Brasil vs Kosta Rika, Neymar Junior sempat terjatuh usai disentuh pemain belakang lawan. Awalnya, wasit berniat untuk memberi penalti untuk Brasil tetapi setelah melihat tayangan ulang VAR, dia mengurungkan niatnya.
Nah, dengan demikian, apakah kita akan melihat lebih banyak lagi penalti di Piala Dunia kali ini? Sebagai gambaran, rekor penalti di Piala Dunia sampai saat ini ada di angka 18 yang tercipta pada edisi 2002 silam. Dengan laju seperti ini, bukan tak mungkin kita bisa menyaksikan penalti yang jauh lebih banyak dari itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan