kumparan
20 Jan 2019 11:36 WIB

Alasan Edy Rahmayadi Mundur: Menghindari Konflik

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Kepemimpinan Edy Rahmayadi berakhir lebih cepat. Dalam pembukaan Kongres PSSI tahun 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1), Edy mengumumkan pengunduran dirinya dari pucuk kepemimpinan federasi sepak bola Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Hari ini saya mundur, dengan syarat jangan khianati PSSI, jangan karena satu hal kita bercokol dan merusak rumah," kata Edy yang menyerahkan jabatan Ketua Umum PSSI kepada Joko Driyono.
Mundurnya Edy terhitung mendadak. Sebelumnya, Kongres PSSI 2019 tidak memiliki agenda khusus membicarakan pergantian jabatan ketua umum. Posisi Edy yang juga menjabat Gubernur Sumatera Utara 2018-2023 ini sejatinya baru akan berakhir pada 2020.
Namun, lewat pidatonya, Edy mengungkapkan rasa jengah atas panasnya roda keorganisasian PSSI. Keputusan mundur dianggap Edy sebagai langkah bijak untuk menghindari konflik yang lebih sengit di dalam tubuh PSSI. "Kalau saya ikuti emosi, berkelahi. Biar saya keluar demi PSSI yang lebih baik."
Purnawirawan TNI AD yang terakhir menjabat sebagai Pangkostrad ini merasa PSSI adalah organisasi dengan dinamika paling berat di antara yang pernah ia pimpin. Beberapa fenomena mewarnai perjalanan PSSI selama tahun 2018 seperti kematian suporter, mandeknya prestasi timnas, hingga terungkapnya mafia sepak bola.
ADVERTISEMENT
"Ada persoalan yang begitu fenomenal. Dari suporter, pemain, sampai terjadi korban. Ada menyalahi hukum, pengaturan skor dan sebagainya. Saya tidak tahu. 32 tahun saya jalani organisasi, PSSI ini paling berat yang saya alami," cerita Edy.
Selain itu, Edy juga menyayangkan sikap beberapa pihak yang selama ini mengusik kepemimpinannya. "Harus jalan bersama. Begitu saya melihat fenomena ini ada kata orang petisi, ada buat acara di luar PSSI, yang ada juga orangnya di sini-sini. Ada yang bela klubnya merasa yang paling benar itu tolong hentikan. Karena ini rumah PSSI yang besar," ucap Edy.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan