Pencarian populer

Analisis Arsenal vs Spurs: Perubahan dari Emery Berbuah Kemenangan

Derbi London Utara jadi milik Arsenal. (Foto: Reuters/Matthew Childs)

Arsenal berhasil memenangi Derbi London Utara versus Tottenham Hotspur. Bermain di Emirates Stadium, Minggu (2/12/2018) malam WIB, The Gunners menang dengan skor 4-2. Sepasang gol dari Pierre-Emerick Aubameyang ditambah gol dari Alexandre Laazette dan Lucas Torreira hanya bisa dibalas oleh Spurs lewat lesakan Eric Dier dan Harry Kane.

Pada pertandingan kali ini, Unai Emery kembali menampilkan pola 3-4-3. Aubameyang didampingi oleh Alex Iwobi dan Henrikh Mkhitaryan di kedua sisinya. Sementara, Spurs di laga kali ini tampil dengan pola 4-1-4-1. Christian Eriksen, Dele Alli, Son Heung-min, dan Mohammad Sissoko menyokong pergerakan dari Kane di lini depan.

Pada pertandingan ini, The Gunners sangat menguasai pertandingan. Catatan WhoScored, 60% bola berhasil dikuasai oleh anak asuh Emery. Tidak hanya itu, percobaan mencetak gol juga mutlak jadi milik Arsenal dengan perbandingan 22:11. Namun, bukan hanya itu saja yang membuat Arsenal unggul.

Beberapa faktor yang menopang hasil baik Arsenal kali ini adalah sebagai berikut.

Pressing Ketat Arsenal buat Spurs Tak Berkutik

Formasi 3-4-3 yang Emery turunkan di laga kali ini persis dengan yang digunakan Arsenal kala menang atas AFC Bournemouth pekan lalu. Setelah pertandingan itu, Emery memang puas dengan pola tersebut.

Serangan sayap yang menjadi poros Arsenal musim ini makin kuat saja. Terlebih, kerja sama apik berhasil ditunjukan oleh Iwobi dan Kolasinac di kiri serta Bellerin dan Mkhitaryan di kanan.

Nah, formasi ini juga bertujuan untuk meredam sisi sayap lawan. Di laga menghadapi Spurs, dua bek sayap mereka yakni Ben Davies dan Serge Aurier tak bisa berbuat banyak untuk membantu serangan.

Alhasil, serangan Spurs lebih banyak mengandalkan aksi individual dan kecepatan para pemain depannya. Hal lain yang membuat Spurs kesulitan adalah pressing ketat yang dilakukan oleh para pemain Arsenal.

Aubameyang, Iwobi, dan Mkhitaryan sudah mendekat ke pemain Spurs ketika Lloris mendapatkan bola. Pressing yang ciamik ini terbukti menghasilkan dua gol untuk Arsenal.

Selebrasi dari Pierre-Emerick Aubameyang. (Foto: Reuters/Matthew Childs)

Gol penalti Aubameyang di menit ke-10 merupakan buah dari tekanan yang dilakukan oleh pemain depan Arsenal. Aubameyang yang berhasil mengganggu Aurier membuat dirinya dijatuhkan. Tendangan bebas yang dilepaskan oleh Granit Xhaka menyentuh tangan Jan Vertonghen di kotak penalti. Aubameyang pun sukses menjadi algojo dan membuat Arsenal unggul.

Lalu, gol dari Lacazette di menit ke-74 buah dari pressing Aaron Ramsey kepada Juan Foyth. Ramsey yang mendapat bola langsung mengirimkan kepada Lacazette yang kemudian menendang bola dengan kaki kirinya tanpa mampu dihalau Lloris.

Nah, bagaimana Spurs bisa mencetak gol juga terjadi karena menurunnya intensitas tekanan dari Arsenal. Lepas dari 20 menit pertama, Arsenal tampak mengendur seraya ingin melancarkan serangan balik.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Spurs lewat kecepatan pemain depannya. Apalagi, trio bek Arsenal tampil dengan garis pertahanan yang tinggi. Dengan begitu, Son dan Kane memiliki kans untuk bisa beradu lari.

Proses gol penalti Spurs pada menit ke-34 adalah contoh nyatanya. Kecepatan Son berhasil mengelabui bek tengah Arsenal, lalu pemain asal Korea Selatan itu dijatuhkan oleh Rob Holding. Mike Dean tanpa ragu menunjuk titik putih dan Kane sukses menyarangkan bola.

Perubahan dari Emery yang Tak Diantisipasi Pochettino

Selain pressing ketat, faktor perubahan komposisi pemain dan strategi menjadi alasan Arsenal bisa meraih kemenangan. Ya, setelah tertinggal dengan skor 1-2 di babak pertama, Emery langsung melakukan perubahan. Ramsey dan Lacazette masuk di babak kedua menggantikan Iwobi dan Mkhitaryan. Nah, perubahan ini yang semakin menajamkan lini depan Arsenal.

Pergerakan dari Ramsey yang fleksibel membuatnya sulit dideteksi. Mantan pemain Cardiff City itu berhasil memberikan dua assist meski hanya bermain selama 45 menit. Selain itu, Lacazette juga mencetak gol ketiga Arsenal dari jarak jauh.

Unai Emery memberi instruksi pada pemain Arsenal saat menghadapi Vorskla di Liga Europa. (Foto: Reuters/Peter Cziborra)

Bukan cuma perubahan pemain yang dilakukan oleh Emery, tetapi juga formasi. Apalagi ketika Matteo Guendouzi masuk menggantikan Shkodran Mustafi. Arsenal kembali tampil dengan 4 bek. Uniknya, kali ini Lucas Torreira diberi tugas lebih ke depan.

Di laga ini, Torreira memang tampil mengesankan. Ada tiga percobaan mencetak gol yang dilakukan oleh pemain asal Uruguay. Gol pun berhasil dicetak oleh Torreira pada menit ke-77 usai memanfaatkan umpan dari Aubameyang.

****

Di laga ini terlihat kejelian dari Unai Emery mematikan alur dari Spurs. Dua sisi yang biasa Spurs gunakan untuk mengancam gawang lawan berhasil diminimalisir oleh Arsenal. Lalu, Arsenal juga berhasil mengantisipasi jalur bola Spurs dari belakang ke pemain tengah lewat pressing ketat.

Atas dasar itu, Arsenal bisa mendapat tiga poin dan untuk sementara kembali ke habitatnya yakni posisi empat klasemen dengan raihan 30 angka. Arsenal memiliki poin yang serupa dengan Spurs tapi unggul dari selisih gol.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20