kumparan
21 Jan 2019 20:29 WIB

Aubameyang soal Duet dengan Lacazette: Ini Menyenangkan

Aubameyang dan Lacazette melakukan selebrasi. (Foto: John Sibley/Reuters)
Arsenal sebetulnya memulai laga melawan Chelsea, Minggu (20/1/2019) dini hari WIB, dengan formasi 4-3-3. Trisula lini depan berisikan Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, dan Aaron Ramsey.
ADVERTISEMENT
Saat laga berlangsung, praktiknya malah berubah menjadi 4-3-1-2. Ramsey turun untuk beroperasi sebagai 'nomor 10', sementara Aubameyang dan Lacazette berduet di depan --kendati posisi keduanya sering melebar menyerupai pemain sayap. Perubahan yang diterapkan pelatih Unai Emery terbukti jitu. The Gunners memetik kemenangan 2-0 dan salah satu golnya dicetak oleh Lacazette.
Kehadiran dua penyerang agresif yang berdiri sejajar membuat Arsenal mampu menekan Chelsea ketika membangun serangan dari belakang. Terlihat dari catatan 3 tekel yang dilepaskan oleh Aubemayang sepanjang 90 menit.
Nah, seiring kesuksesan dari sistem dua penyerang, Aubameyang lantas mendorong Emery agar terus menduetkan dirinya dengan Lacazette secara reguler. Skenario ini dianggap bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari keduanya.
Selebrasi gol para pemain Arsenal ke gawang Chelsea. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
ADVERTISEMENT
Menjadi sebuah penantian pula karena sejak kursi pelatih diduduki Arsene Wenger sampai pindah ke Emery, hal itu jarang terjadi. Sekalipun turun bersama, salah satu dari Aubameyang dan Lacazette kerap ditugaskan menyisir sisi sayap.
"Mengapa tidak untuk terus seperti ini? Saya justru menginginkan demikian. Lacazette merupakan rekan yang sangat bagus. Semoga kami bisa memainkan laga-laga lainnya secara bersama," tutur Aubameyang seperti dikutip dari Goal.
"Ini sangat menyenangkan. Kami berlari begitu intens, bekerja keras untuk tim, dan merasa bahagia bisa bermain bersama karena ada koneksi kuat di antara kami," ujarnya.
Penyerang milik Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang. (Foto: Reuters/Matthew Childs)
Koneksi, memang itulah kunci dari perpaduan Aubameyang dan Lacazette. Keduanya tampak saling memahami di lapangan. Ini terkonfirmasi lewat bagaimana Lacazette sering menyervis Aubameyang dengan torehan 3 assist khusus panggung Premier League.
ADVERTISEMENT
Menurut Aubameyang, kekompakan tersebut bisa tercipta karena kedekatan keduanya di luar lapangan. Mereka saling mendukung performa satu sama lain sehingga rivalitas tergerus, meski keduanya sama-sama sering berebut pos penyerang tunggal dalam formasi 4-2-3-1 yang menjadi favorit Emery.
"Saat saya bergabung dengan Arsenal, dia langsung mendatangi saya dan kami berhubungan cukup baik. Terdapat kesamaan visi dalam memandang sepak bola. Jadi, kami bukanlah rival, melainkan teman. Saat salah satu tampil bagus, yang lainnya ikut merasa senang," ucap Aubameyang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan