Pencarian populer

Bagi Santos, Ronaldo Tak Bisa Menangkan Portugal Seorang Diri

Ronaldo di laga melawan Aljazair. (Foto: Reuters/Rafael Marchante)

Begitu sentral peran Cristiano Ronaldo saat Tim Nasional (Timnas) Portugal bermain imbang 3-3 dengan Spanyol, Sabtu (16/6/2018) dini hari WIB. Bintang milik Real Madrid ini memborong trigol timnya.

Distribusi ancaman Selecao das Aquinas juga terpusat kepada Ronaldo. Ada total 3 upaya tepat sasaran yang dilepaskan Portugal selama 90 menit, semua oleh pemilik kostum 7 tersebut.

Meski begitu, pelatih Fernando Santos membantah tudingan Ronaldo-sentris yang dialamatkan kepada Timnas Portugal. Sebab, menurut sosok 63 tahun ini, peran pemain lainnya tidak kalah penting untuk menopang performa impresif Ronaldo.

Dalam analisis kumparanBOLA usai laga Spanyol vs Portugal, kami juga sudah menyebutkan beberapa faktor yang membantu Ronaldo mencetak hat-trick.

Itu pula yang coba dibuktikan Santos dalam sisa perjalanan Portugal di Piala Dunia 2018. Berikutnya, mereka dijadwalkan bersua Maroko pada laga lanjutan Grup B di Stadion Luzhniki, Rabu (20/6) malam pukul 19:00 WIB.

"Saya memang berharap Ronaldo seperti ketika melawan Spanyol. Dengan begitu, kami bisa meraih kemenangan. Namun, kami memiliki 22 pemain selain Ronaldo dan tak ada pemain yang bisa memenangi pertandingan seorang diri," tutur Santos sepeti dilansir oleh ESPN.

"Perlu diketahui pula bahwa kami adalah sebuah tim yang ingin tampil baik, bukan kumpulan individu yang berhasrat mematahkan rekor," katanya menambahkan.

Pelatih Portugal, Fernando Santos. (Foto: AFP/Yuri Cortez)

Potensi bahaya dari pemain selain Ronaldo turut diakui oleh pelatih Maroko, Herve Renard. Bahkan, mengingat betapa tajam Ronaldo ketika melawan Spanyol, sosok asal Prancis ini mengaku dilema dalam menentukan rencana taktik.

Pertama, Renard harus memikirkan bagaimana cara meredam Ronaldo. Di sisi lain, dia juga tidak mau apabila penjagaan terlalu terpusat kepada Ronaldo membuat para pemain Portugal lain leluasa.

"Jika menugaskan tiga pemain untuk menjaga Ronaldo, saya tidak mengetahui bagaimana kami bisa mengawal pemain lainnya. Portugal mempunyai lini serang berkualitas," kata Renard.

Timnas Maroko (Foto: AFP/Fadel Senna)

"Kami hanya bisa membuat Ronaldo menjadi kurang hebat. Dan, jika cuma memiliki satu kesempatan seumur hidup melawan Ronaldo, Anda tentu harus memberikan yang terbaik," pungkasnya.

Seperti kata Renard, menghadapi Ronaldo di pentas internasional memang merupakan pengalaman langka buat pemain Maroko. Kali terakhir kedua negara bersua di pentas internasional yakni pada Juni 1986.

Ya, kalau taktik dan teknik pemain Maroko tak mempan untuk meredam Ronaldo, mereka bisa berharap dari aspek lain, yakni motivasi. Sebab, laga ini mungkin menjadi satu-satunya kesempatan menghadapi Ronaldo bagi sebagian besar pemain Maroko.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23