Pencarian populer

Beda Timnas U-19 Tahun 2014 dan 2018 Versi Indra Sjafri

Timnas U-19 menggelar sesi latihan jelang hadapi Taiwan di lapangan A SUGBK, Senayan, Rabu (17/10/2018). (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)

Piala Asia U-19 2018 menjadi kesempatan kedua untuk Indra Sjafri. Tepatnya empat tahun lalu, pelatih asal Sumatera Barat itu pernah menukangi Timnas U-19 Indonesia di ajang yang sama.

Kala itu, Timnas U-19 diperkuat pemain-pemain seperti Evan Dimas, Zulfiandi, Ilham Udin, dan Muchlis Hadi. Asa menjadi juara sangatlah tinggi karena setahun sebelumnya, 'Garuda Muda' menjadi juara Piala AFF yang dihelat di Sidoarjo.

Bukan hanya itu, Timnas U-19 juga tampil mengesankan di babak kualifikasi. Salah satunya, berhasil menang atas raksasa Asia, Korea Selatan, dengan skor tipis 3-2.

Namun, di pentas Piala Asia yang digelar di Myanmar, Timnas U-19 malah tampil melempem. Berada dalam satu grup bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab, Timnas U-19 sama sekali tak bisa meraih angka. Evan Dimas dan kolega pun kebobolan delapan kali dan hanya bisa membukukan dua gol.

Nah, pada 2018 ini, Indra tak mau kegagalan itu berulang. Skuat terbaik telah dipersiapkan oleh pelatih berusia 55 tahun tersebut. Tidak hanya pemain yang disiapkan, staf-staf khusus telah dibentuk untuk membantu kinerjanya sebagai pelatih.

"Taktikal pengaruhi fisik, mental juga pengaruhi fisik. Ini yang kami rangkum. Tadi malam, kami adakan sesi ESQ untuk (mendongkrak) mentalitas dan fokus mereka. Psikolog ada, dia sudah paham sepak bola. Dia psikolog yang dapat lisensi A. Tim analisis ada, statistik ada, terapis sampai pengumpul handphone juga ada," ucap Indra kepada awak media.

Selain itu, Indra juga membeberkan perbedaan tim yang sekarang dengan 2014 lalu. Faktor pemain saat ini yang sudah memiliki tim menjadi kerumitan tersendiri bagi Indra.

Pelatih bola Timnas Indonesia U19 Indra Sjafri (kanan) memberi instruksi kepada Egy Maulana Vikri saat melawan Timnas Yordania U19. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"Saya harus bekerja lebih keras karena mereka berasal dari klub yang berbeda cara mainnya. Menyatukan (para pemain) itu butuh waktu lebih, (apalagi) sekarang lifestyle berubah. Dulu 'kan anak SMA yang hanya ingin bahagiakan orang tua, sekarang sudah punya pegangan dan punya klub. Kadang-kadang, manusia ini keenakan bisa bikin terlena, tapi saya yakin pemain-pemain berada di kondisi puncak," tutup Indra.

Pada Piala Asia nanti, Timnas U-19 berada di Grup A bersama Taiwan, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Laga perdana Egy Maulana Vikri dan kolega akan berlangsung Kamis (18/10/2018) malam WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57