kumparan
29 Agu 2019 13:54 WIB

Begovic Anggap Sepak Bola Mengerikan, Tolak Bawa Anak ke Stadion

Asmir Begovic saat masih membela Chelsea. Foto: GLYN KIRK / AFP
Bagi kebanyakan pesepak bola, atmosfer pertandingan yang diciptakan oleh suporter di stadion adalah hal yang hebat. Namun, tidak untuk kiper Bournemouth, Asmir Begovic. Alih-alih, Begovic menyatakan bahwa auranya membuat sepak bola terasa mengerikan.
ADVERTISEMENT
Begovic tentunya sudah paham dengan atmosfer pertandingan sepak bola. Berusia 32 tahun, wakil kapten Timnas Bosnia & Herzegovina itu sudah berkiprah di level tertinggi sejak 14 tahun lalu. Ia pernah memperkuat beberapa tim Inggris, mulai dari Portsmouth, Stoke City, hingga Chelsea, sebelum akhirnya berlabuh di Bournemouth.
Namun, pernyataan Begovic ini hadir dari pengalamannya menghadiri pertandingan sebagai seorang penonton. Ia mengakui bahwa suporter sepak bola yang hadir di stadion begitu mudah untuk melemparkan hinaan berbalut kata-kata yang tidak pantas. Sang kiper pun menegaskan bahwa ia tak akan mau lagi hadir di stadion sebagai penonton.
“Saya melihat atmosfer di sepak bola begitu mengerikan. Saya tak mau membawa anak-anak saya menonton pertandingan. Saya tak mau pergi ke pertandingan kecuali saya membawa beberapa teman. Walaupun datang, saya tak mau duduk bersama suporter,” ucap Begovic kepada The Athletic.
ADVERTISEMENT
“Saya memiliki dua anak. Suatu waktu, saya membawa mereka ke pertandingan. Mereka kemudian bertanya, 'Ayah, mengapa mereka memanggilmu seperti itu?' Mereka juga mendengar bahasa yang suporter gunakan, hinaan yang dilemparkan. Saya kemudian yakin untuk tidak membawa mereka lagi,” tambahnya.
Begovic di laga melawan Bournemouth. Foto: Reuters/Paul Childs
Begovic mengakui bahwa saling menghina adalah hal yang lumrah dilakukan oleh penonton di sebuah pertandingan olahraga. Namun, di sepak bola, hal tersebut kerap melewati batas. Penonton sepak bola di stadion kerap kali mengeluarkan ejekan, baik terhadap pemain, pelatih, ataupun wasit, dengan kata-kata yang memuat diskriminasi dan rasialisme.
Bagi Begovic, fenomena yang menarik di sepak bola adalah bagaimana kelompok suporter bisa menargetkan ejekan terhadap satu pemain saja. Menurutnya, hal seperti ini hanya terjadi di sepak bola.
ADVERTISEMENT
“Di kebanyakan pertandingan olahraga, 50 ribu orang tak akan menarget dan mengejek wasit. Ini adalah hal yang unik di sepak bola. Saya menonton banyak olahraga, dan, ya, memang banyak hinaan. Namun, hanya di sepak bola ribuan orang bisa menarget satu orang saja.”
Kane berbenturan dengan Begovic. Foto: Reuters/Matthew Childs
Meskipun begitu, Begovic pribadi sayangnya tak tahu bagaimana caranya menyembuhkan budaya seperti itu di sepak bola.
“Ini seperti menemukan cara menyembuhkan kanker. Apakah kita bisa berhenti menghina wasit? Apakah kita bisa mengubah budaya ini? Saya tidak tahu,” pungkas Begovic.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan