kumparan
26 Jun 2018 22:58 WIB

Benamkan Australia, Peru Pulang dengan Terhormat

Duel Peru vs Australia (Foto: REUTERS/Marcos Brindicci)
Peru memang memasuki pertandingan terakhir babak Grup C Piala Dunia 2018 dengan satu kepastian: kehilangan tempat di babak 16 besar. Namun, mereka tak memasuki Fisht Stadium tanpa martabat. Melawan Australia pada Selasa (26/6/2018), tim besutan Ricardo Gareca menyegel kemenangan 2-0 berkat gol Andre Carrillo di menit 18 dan Jose Paolo Guerrero di menit 50.
ADVERTISEMENT
Serupa Peru, Australia pun tersingkir dari Rusia. Peru menutup fase grup di posisi tiga dengan raihan tiga poin. Australia yang menjadi juru kunci, pulang dengan membawa satu poin. Sementara, Prancis dan Denmark menjadi dua penghuni Grup C yang lolos ke babak 16 besar.
Hanya karena tak punya peluang untuk melangkah lebih jauh, bukan berarti Peru tak turun dengan kekuatan terbaiknya. Pertandingan ini memang menjadi kali terakhir mereka berlaga di Rusia tahun ini, tapi mereka turun arena selayaknya ini menjadi laga pertama.
Nama-nama macam Christian Cueva, Andre Carillo, Luis Advincula, Alberto Rodrigues hingga Paolo Guerrero dimainkan oleh sang nakhoda taktik, Ricardo Gareca dalam formasi 4-2-3-1.
Sementara, Australia mengusung formasi yang jauh lebih rapat 4-4-1-1. Keputusan Bert van Marwijk dapat dimengerti. Dalam dua laga terakhirnya, peru tampil sebagai tim yang ligat dalam urusan penyerangan.
ADVERTISEMENT
Peru kembali bertanding tanpa mementingkan penguasaan bola. Namun, lagi-lagi, soal serangan, mereka lebih unggul dan berbahaya. Beberapa percobaan dilakukan. Kebanyakan, mengandalkan bola-bola panjang yang tak terjangkau pertahanan gerendel lawan.
Upaya itu membuahkan hasil cantik walau pertandingan baru berjalan selama 18 menit. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan oleh sang kapten, Guerroro, Carrillo melesakkan tembakan jarak jauh dari area sayap kiri lawan.
Kiper Australia, Mathew Ryan, memang berhasil menebak arah bola. Namun, manuvernya tak cukup ampuh untuk menjangkau bola yang ditembakkan ke sudut kanan atas gawang. Efektivitas Carillo yang membidani kelahiran gol ini mengesankan. Ia tak membutuhkan banyak sentuhan untuk menjebol gawang lawan dan membukukan keunggulan pertama bagi timnya.
Yang menarik, Peru tak cuma menyengat dalam serangan. Walaupun sudah mengamankan satu keunggulan, mereka tetap bertanding dalam pertahanan rapi. Saat penyerang Australia sudah mendekati kotak penalti lawan, barisan pertahanan Peru tak hanya me-marking pemain yang sedang memegang bola, tapi juga rekan-rekan yang ada di sekitarnya. Tujuannya, sedapat mungkin Peru memutus segala kemungkinan lawan untuk mencetak gol.
ADVERTISEMENT
Australia juga bukan tanpa peluang sama sekali. Peluang tersebut muncul karena kerja sama empat pemain bertahan mereka dengan playmaker. Keempatnya begitu telaten dan sabar dalam mengawal sampai sang playmaker menemukan ruang yang cukup untuk meneruskan serangan yang dibangunnya.
Skema seperti itulah yang muncul pada menit 34, yang merupakan peluang terbaik yang dimiliki Australia di sepanjang babak pertama. Sayangnya, Robbie Kruise menerima bola dari Tom Rogic, tak dapat menjebol gawang lawan karena kesigapan pemain bertahan Peru. Hingga babak pertama usai, skor bertahan 1-0 untuk keunggulan Peru.
Menit-menit awal babak kedua tak disia-siakan oleh Peru. Hanya butuh lima menit, mereka berhasil membukukan keunggulan kedua. Cuevo berpenetrasi dari area sayap kanan lawan hingga mendekati. Tadinya, ia seperti ingin melakukan cut inside dan melepaskan tembakan langsung ke arah gawang.
ADVERTISEMENT
Namun, bola yang dilesakkannya itu malah mengenai kaki pemain bertahan Australia dan memantul. Di menit ini, Guerrero menjadi kapten dan pemburu sekaligus. Bola pantulan tadi langsung direbut dan diteruskan dengan satu tembakan ke arah gawang dari dalam kotak penalti. Boom! Skor 2-0 untuk keunggulan Peru.
Proses gol Guerrero (Foto: REUTERS/Francois Lenoir)
Seusai gol kedua, Peru kembali kepada permainannya. Mengepung serapat-rapatnya bangunan serangan Australia, sambil mencari waktu dan ruang terbaik untuk menggagas serangan dari area sayap kanan dan kiri. Menumpuknya pemain Australia di tengah lapangan menjadi keuntungan tersendiri bagi Peru untuk melancarkan pola ini.
Satu peluang lagi muncul bagi kubu Peru di menit 80. Namun, kalaupun peluang tersebut berhasil dikonversi menjadi gol, ia tak akan menambah angka bagi Peru karena Guerrero sudah ada dalam posisi offside.
ADVERTISEMENT
Tak ada lagi gol yang lahir di laga ini. Kemenangan 2-0 atas Australia menjadi penanda bahwa Peru kembali ke rumah dengan membawa satu kemenangan dan asa untuk kembali bertarung empat tahun lagi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan