kumparan
13 Des 2018 18:56 WIB

Bhayangkara FC Setuju Wacana Liga 1 Digelar April dan Dua Kali Sepekan

Selebrasi Muhamad Hargianto dan Dendy Sulistyawan. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Banyak pertimbangan untuk menggelar kompetisi Liga 1 2019. Salah satunya, pada tahun tersebut, Indonesia tengah menggelar agenda politik yakni pemilihan presiden dan wakil presiden pada 17 April mendatang.
ADVERTISEMENT
Wacana kemudian mengemuka. Sepak mula kompetisi level teratas akan digulirkan di akhir bulan tersebut. Pertimbangannya, seperti disampaikan Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (COO PT LIB) selaku operator kompetisi, Tigorshalom Boboy, mengatakan pemilihan April lantaran lebih kepada perizinan penyelenggaraan kompetisi.
Hitung-hitungan kemudian mulai ditilik. Jika bermula April maka akan rampung pada Desember atau bahkan Januari 2020.
Guna merampungkan gelaran tepat waktu, muncul gagasan bahwa kompetisi digelar dua kali sepekan. Rencana ini disampaikan oleh salah satu anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Exco PSSI), Yoyok Sukawi.
Menanggapi hal itu, salah satu klub Liga 1 yakni Bhayangkara FC mengamininya. Melalui manajer tim, Sumardji, mereka menyebut langkah tersebut tak masalah bagi The Guardian.
ADVERTISEMENT
"Kalau berbicara penyelenggaraan di April, katakanlah, toh bisa berkaca pada musim 2016. Kompetisi kita mulai di bulan yang sama ketika itu dan selesai di Desember," kata Sumardji ketika dihubungi kumparanBOLA, Kamis (13/12).
Bhayangkara FC, juara Liga 1 2017. (Foto: Dok. Media Bhayangkara)
Nah, jelang bermulanya kompetisi, praktis tim-tim peserta cukup lama menanti. Pascaselesainya kompetisi Liga 1 musim ini pada 9 Desember lalu, selama empat bulan kompetisi tak berjalan.
"Sebelum dimulainya kompetisi musim depan, tim-tim di Indonesia juga akan ada pre-season seperti Piala Presiden 'kan?. Soal padatnya jadwal pertandingan, saya rasa akan tersusun sama seperti dua musim lalu," kata Sumardji.
Bhayangkara FC jadi salah satu yang mengamini rencana yang digagas PSSI dan PT LIB. Sebelumnya, Semen Padang dan Arema FC memilih menunggu kepastian sepak mula kompetisi.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan PSS Sleman, kampiun Liga 2 musim ini justru menolak wacana PSSI karena dinilai berat untuk menjalani kompetisi jika dijalankan dua kali sepekan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan