kumparan
18 Sep 2019 10:41 WIB

Bima Sakti Ingin Pemain Nikmati Laga Kontra Mariana Utara

Pelatih timnas U-16 Bima Sakti. Foto: Ferry Adi/kumparan
Indonesia U-16 akan menghadapi Kepulauan Mariana Utara di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (18/9/2019). Pada laga kedua Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 itu, 'Garuda Asia' diharapkan pelatih Bima Sakti untuk tampil lebih lepas.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya ketika berjumpa Filipina, Marcell Januar Putra dan kolega tampak gugup. Buntutnya, beberapa peluang gagal dimanfaatkan menjadi gol.
Karena itu, Bima Sakti membuat sesi latihan sebelum laga, Selasa pagi (17/9/2019), lebih menyenangkan. Menu penyelesaian akhir tetap menjadi fokus latihan.
Pemain yang tampil di partai kontra Filipina berlatih terpisah, lebih banyak melakukan gim dan pemulihan kondisi fisik. Sementara, yang belum mendapat kesempatan merumput diberikan porsi latihan intensif langsung di bawah Bima Sakti.
Timnas Indonesia U-16 melawan Timnas Filipina U-16 saat pertandingan laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Dok. PSSI
“Yang pasti kami pemulihan kondisi. Ada pemain yang bermain 90 menit kemarin dan menjalani latihan terpisah. Mereka recovery untuk persiapan pertandingan melawan Kepulauan Mariana Utara. Bagi yang tidak diberi kesempatan main di laga pertama, kami memberikan latihan agak intens. Sehingga, saat ada kesempatan main, mereka sudah siap,” tutur Bima Sakti.
ADVERTISEMENT
Bima mengincar banyak gol pada pertandingan kedua Grup G Kualifikasi Piala AFC U-16. Pasalnya, ia tak ingin pengalaman pada turnamen di Myanmar terulang di mana mereka gagal menjadi juara karena kalah selisih gol.
“Kami gembleng penyelesaian akhir. Ada sesi tembakan ke gawang. Kemarin, beberapa kali punya peluang tapi tidak maksimal. Saya menyampaikan setiap ada peluang harus bisa bikin gol. Alasannya, gol ini sangat penting karena sempat kejadian pada turnamen di Myanmar. Kami hanya kalah selisih gol dari Korea Selatan yang akhirnya menjadi juara,” ujar Bima.
Pemain Timnas Indonesia U-16 menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pertandingan melawan Timnas Filipina pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Indonesia memang di atas angin saat berjumpa Kepulauan Mariana Utara. Melihat catatan pertemuan, dua tahun lalu 'Garuda Asia' berhasil menekuk sang lawan dengan skor telak 18-0.
ADVERTISEMENT
Meski superior, Bima menginstruksikan anak asuhnya untuk tak jemawa. Niat rotasi pun dilakukan dengan alasan menjaga kebugaran pemain, bukan lantaran sang lawan yang lemah.
“Kami akan melakukan beberapa rotasi karena kemarin ada pemain yang bermain 90 menit. Mereka sudah tampil maksimal. Ada rotasi untuk yang lain karena di sela pertandingan kami cuma dapat istirahat satu hari,” kata pelatih 43 tahun itu.
Terlepas dari persiapan melakoni laga kedua kualifikasi, Bima Sakti juga melakukan evaluasi khusus kepada empat pemain. Mereka ialah Alfin Farhan Lestaluhu, Marselino Ferdinan, Valeroen, dan Ahmad Athallah Araihan.
Valeroen, Pemain Indonesia U-16. Foto: Ferry Adi/kumparan
Keempat pilar Indonesia U-16 itu mendapat perhatian khusus karena belum maksimal ketika bertemu Filipina. Alfin misalnya, meski berhasil menyumbang satu gol, masih merasa gugup bertanding di hadapan banyak pendukung.
ADVERTISEMENT
Sementara, Marselino belum maskimal menjalankan instruksi pelatih. Ia tampak lebih sering langsung melakukan eksekusi ketimbang mengirim umpan ke rekan yang posisinya lebih menguntungkan.
Setali tiga uang dengan Athallah. Bima menyebut sang striker mesti tahu kapan egois dan kapan mengoper bole ke teman yang punya peluang lebih besar untuk cetak gol.
“Kemarin ada satu peluang, tapi dia memaksakan sendiri dan malah bisa ditangkap kiper. Kalau Valeroen harus lebih menikmati lagi pertandingan. Kemarin orang tuanya menonton sehingga ada sedikit beban. Ke depan hal itu tidak boleh jadi beban dan mesti enjoy,” ujar Bima.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan