Pencarian populer

Bima Sakti: Sven-Goeran Eriksson Pelatih Karismatik

Eriksson saat masih menangani Shanghai SIPG. (Foto: AFP/Johannes Eiselle)

Namanya Sven-Goeran Eriksson. Sebagai pelatih, tim-tim yang pernah ditanganinya terbilang mentereng. Kini, ia bakal tampil di Piala AFF 2018 bersama tim anyarnya, Filipina.

Bagi pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, Eriksson bukanlah sosok yang asing. Ia pernah merasakan dilatih oleh pelatih asal Swedia itu pada pertengahan dekade 1990-an.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, Timnas Indonesia dan Filipina bakal bersua pada matchday keempat Grup B, 25 November 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

''Dia pelatih yang sangat karismatik. Orangnya tegas dan kalau lihat mereka [Filipina] main sekarang, mungkin, seperti kami di Sampdoria dulu waktu main tahun 1993-1995,'' ujar Bima.

Pada medio 1990-an sampai awal 2000-an, Eriksson yang kala itu melatih Sampdoria dan Lazio cukup tenar di Italia. Dan menengok curiculum vitae-nya sebagai pelatih, pria 70 tahun memang bukan sembarangan.

Tercatat Eriksson berhasil mengantarkan Gli Aquilotti meraih sejumlah gelar penting selama tiga musim membesut Lazio. Piala Winners musim 1998/99 dan Scudetto Serie A musim 1999/2000 adalah bukti sahihnya.

Dan pada rentan waktu yang bersamaan, kala itu, Bima berkesempatan berlatih lewat program PSSI Primavera pada tahun 1993. Berselang satu tahun, Bima kemudian mendapat bekal pelatihan dari Eriksson yang kala itu melatih Sampdoria pada musim 1992 hingga 1994.

''Cara membangun organisasi mereka sangat rapi. Terutama soal bertahan dan ketika situasi bertahan, semua pemain selalu kompak. Mungkin situasi itu yang akan kami temui saat menghadapi Filipina nanti dan kami tengah merancang strategi untuk menghadapi itu,'' kata Bima.

Sven-Goeran Eriksson dan Roberto Mancini. (Foto: AFP/Gabriel Buoys)

Setelah berjaya di Italia, Eriksson dipercaya untuk mengangkat prestasi Timnas Inggris. Sebenarnya, kiprah Eriksson bersama 'Tiga Singa' tak bisa dibilang buruk karena pada tiga turnamen -- Piala Dunia 2002, Piala Eropa 2004, dan Piala Dunia 2006 -- Inggris selalu dibawanya menembus perempat final.

Usai menangani The Three Lions, Eriksson tetap bertahan di Inggris dengan menangani Manchester City. Namun, kariernya di City tidak cemerlang. Setelahnya, Eriksson sering bergonta-ganti klub.

Sejak 2008 dan sebelum menjadi pelatih Filipina, Eriksson sudah menangani enam tim berbeda. Dua dari enam tim itu adalah dua tim nasional, yakni Meksiko dan Pantai Gading.

Akan tetapi, lagi-lagi tak ada prestasi berarti yang bisa dia persembahkan. Di level klub, nasibnya setali tiga uang. Ketika melatih Guangzhou R&F, Shanghai SIPG, dan Shenzhen FC di Liga Super China, sosok kelahiran Sunne ini tetap tidak sanggup meraih gelar.

Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (Foto: kumparan/Putri Sarah Alfira)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: