Pencarian populer

Cocokkah Nicolo Barella untuk Chelsea?

Barella dalam pertandingan Italia vs Ukraina di Luigi Ferraris. (Foto: AFP/Marco Bertorello)

Cesc Fabregas sudah berada di ambang pintu keluar dari Chelsea. Maurizio Sarri, selaku pelatih The Blues, pun telah ambil ancang-ancang. Sosok berkebangsaan Italia itu berkata bahwa apabila Fabregas pergi, maka Chelsea bakal membutuhkan sosok pengganti. Di sinilah kemudian nama Nicolo Barella masuk hitungan.

Sampai pada musim 2017/18 lalu Fabregas masih menjadi andalan Chelsea yang diasuh oleh Antonio Conte. Namun, masuknya Sarri membuat gelandang asal Spanyol itu tersisih. Selama setengah musim Fabregas cuma dipercayanya turun 15 kali di semua ajang dengan 6 di antaranya sebagai pengganti. Fabregas yang kontraknya habis pada musim panas mendatang pun dikabarkan segera hijrah ke Monaco.

Sarri sendiri mendukung keputusan Fabregas untuk pergi. "Aku cuma bisa mengatakan pendapatku karena aku tidak tahu menahu keputusan klub. Menurutku dia perlu pergi dari sini. Di klub ini ada aturan bahwa pemain di atas 30 tahun hanya akan mendapat kontrak baru satu tahun. Aku tidak mau pemain penting seperti Cesc jadi merasa tidak bahagia," ucap Sarri.

Kepergian Fabregas memang menjadi masalah tersendiri bagi Chelsea karena di saat yang bersamaan Ruben Loftus-Cheek juga mengalami cedera. Stok gelandang tengah di kubu The Pensioners pun menipis. Inilah mengapa, Sarri berkata bahwa timnya butuh gelandang baru. "Jika Cesc pergi, tentu saja, kami akan butuh pengganti," tegasnya.

Fabregas memimpin Chelsea di laga melawan Nottingham Forest. (Foto: Reuters/Matthew Childs)

Salah satu nama calon pengganti yang santer terdengar adalah Barella, gelandang Cagliari berusia 21 tahun. Nah, Sarri sebenarnya tidak mau berbicara banyak soal kans Chelsea merekrut Barella, tetapi spekulasi sudah telanjur membesar. Dana 50 juta euro konon sudah disiapkan Chelsea untuk mendatangkan Barella yang juga diminati oleh Manchester United itu.

Namun, menyebut Barella sebagai pengganti Fabregas sebetulnya kurang tepat. Sebab, Barella dan Fabregas memiliki gaya bermain yang berbeda. Jika Fabregas adalah seorang pengatur serangan yang mengandalkan teknik, visi, dan akurasi, maka Barella adalah petarung yang tak segan melakukan pekerjaan kotor. Mobilitas Barella pun, sebagai gelandang box-to-box, lebih tinggi ketimbang Fabregas.

Bersama Cagliari, Barella bermain sebagai mezzala kiri di kuartet empat gelandang berlian. Cara bermain Barella ini mirip dengan Radja Nainggolan seperti saat gelandang Belgia itu belum dimainkan sebagai pemain nomor 10. Dalam sistem permainan Sarri, Barella kemungkinan besar bakal mengemban peran yang dipegang Allan Marques di Napoli.

Pada dasarnya, ada tiga gelandang dengan spesifikasi berbeda di sistem permainan Sarri. Jorginho yang menjadi pengatur permainan sudah diboyongnya ke Chelsea. Dalam diri Jorginho semuanya dipusatkan. Dia adalah penerjemah visi Sarri di atas lapangan.

Dua gelandang lainnya adalah gelandang petarung seperti Allan dan gelandang serang yang bisa membantu para penyerang mencetak gol seperti Marek Hamsik. Selama ini N'Golo Kante didapuk untuk menjadi Allan-nya Chelsea, sementara Mateo Kovacic, Ross Barkley, dan Loftus-Cheek secara bergantian menjalankan peran Hamsik.

Video

Jika Barella datang, dia tidak akan menjadi pengganti Fabregas per se, melainkan pesaing Kante. Sementara itu, pelapis Jorginho (di Napoli ada Amadou Diawara) justru sampai sekarang belum dimiliki Chelsea walaupun Kovacic adalah pemain yang cukup kompeten untuk mengemban peran nomor 6.

Barella sendiri, sebagai seorang mezzala, selama ini merupakan motor permainan Cagliari. Dia memiliki kemampuan untuk merebut bola dan membawanya ke depan sendirian. Di Cagliari pun dia nyaris tak tergantikan, terbukti dengan bagaimana dia cuma absen sekali di paruh pertama Serie A musim ini. Satu gol jadi sumbangsih Barella untuk Gli Isolani sejauh ini.

Namun, kemampuan Barella tidak sampai di situ saja karena pemain satu ini merupakan eksekutor bola mati yang cukup brilian. Satu golnya di Serie A itu lahir dari eksekusi tendangan bebas. Di Tim Nasional Italia pun Barellla termasuk salah satu pemain yang dipercaya mengambil eksekusi bola-bola mati. Dengan kata lain, Barella bisa menawarkan dimensi permainan berbeda untuk tim mana pun yang dia perkuat.

Jika dilihat dari segi statistik pun Barella cukup meyakinkan. Catata 2,7 tekel dan 1,5 intersep per laga di Serie A menunjukkan pemain ini cukup alot ketika menjalani tugas defensif. Lalu, 1,1 umpan kunci dan 1,2 tembakan per laga menjadi bukti bagaimana dirinya merupakan outlet serangan yang cukup mumpuni. Statistik-statistik itu menunjukkan betapa kompletnya seorang Barella.

Lantas, apakah Chelsea harus merekrut Barella sesegera mungkin? Well, sebaiknya begitu karena selain stok pemain tengah Chelsea saat ini sedang menipis, Barella berpotensi menjadi pemain yang lebih baik daripada Kante dalam menjalankan peran Allan. Plus, Barella menjadi buruan banyak klub sehingga mengamankan jasanya sesegera mungkin tidak akan merugikan Chelsea.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57