Pencarian populer

Dari Giggs untuk Manchester United: Pertahankan Mourinho

Jose Mourinho kesal dengan sikap para pemain Manchester United. (Foto: Reuters/Carl Recine)

Ribut-ribut soal masa depan Jose Mourinho bersama Manchester United tak mereda, karena semuanya memang berpangkal dari buruknya penampilan United dalam beberapa laga belakangan.

Usai menutup matchday I Liga Champions 2018/19 dengan kemenangan 3-0 atas Young Boys, raihan positif ibarat cita-cita tak kesampaian bagi United. Pasalnya, dalam empat pertandingan setelahnya, tak satu kemenangan pun yang berhasil direngkuh 'Setan Merah'.

Dua laga di Premier League ditutup dengan hasil imbang 1-1 dengan Wolverhampton Wanderers dan kekalahan 1-3 dari West Ham United. Sementara, langkah United di Piala Liga Inggris sudah kandas akibat menelan kekalahan 7-8 di adu penalti saat melawan Derby County. Lantas, matchday II Liga Champions berakhir dengan skor imbang 0-0 dengan Valencia.

Tak hanya bagi United, rentetan hasil sergut itu juga jadi borok dalam karier Mourinho. Puasa kemenangan dalam empat laga kandang yang dialaminya bersama United saat ini adalah yang pertama sepanjang karier kepelatihannya.

Sialnya, persoalan Mourinho bukan cuma tentang buruknya hasil pertandingan, tapi isu hubungannya yang merenggang dengan para pemain. Contoh paling sahih, tentu dengan Paul Pogba. Di laga melawan Derby County itu saja, pemberitaan tentang United kerap berkisah soal friksi Mourinho dan Pogba.

Sebelum pertandingan, Mourinho mengumumkan bahwa Pogba takkan lagi menjadi wakil kapten United. Hal ini kemudian direspons Pogba dengan mengunggah video di Instagram yang menunjukkan dirinya tertawa di tribune Old Trafford saat rekan-rekannya ditaklukkan tim asuhan Frank Lampard tersebut.

Sampai akhirnya, masalah memuncak di sesi latihan, Rabu (26/9/2018) lalu. Pada sesi tersebut, Sky Sports berhasil mengambil gambar terjadinya sebuah perang dingin antara Pogba dan Mourinho. Dalam video itu terlihat Mourinho mengatakan sesuatu yang direspons Pogba dengan dingin.

Hubungan buruk dengan para pemain tentu memberikan nilai minus bagi sang pelatih. Bila seorang pelatih kehilangan respek dari pemainnya, maka sedikit-banyak tentu ada yang salah dengan sang pelatih. Berangkat dari segala kondisi minor ini, isu didepaknya Mourinho dari kursi kepelatihan United bertambah semarak.

Buntutnya, muncullah pembicaraan tentang siapa-siapa yang dinilai pantas menggantikan Mourinho. Tak tanggung-tanggung, nama berbagai genius taktik mulai dikaitkan dengan United. Mulai dari Zinedine Zidane, Antonio Conte, hingga Mauricio Pochettino.

Wales akan umumkan penunjukan Giggs (Foto: ANDREW YATES / AFP)

Berangkat dari situasi yang menyudutkannya seperti ini, beruntunglah Mourinho karena masih ada orang yang menyuarakan dukungan untuknya. Terlebih, dukungan itu datang dari sosok yang begitu karib dengan United. Ia adalah Ryan Giggs, legenda United yang kini menjabat sebagai manajer Timnas Wales.

Ini memang bukan pertama kalinya Giggs menyuarakan dukungannya kepada Mourinho. Sebelum laga pekan keempat Premier League 2018/19 yang mempertemukan United dan Burnley pun, Giggs sudah angkat bicara. Pasalnya, tiga laga pembuka United di Premier League ditutup dengan satu kemenangan dan dua kekalahan.

Alhasil, isu pemecatan menjadi karib Mourinho sejak awal musim. Menanggapi kondisi sulit Mourinho, Giggs pun menegaskan di saat-saat sulit seperti itu, seharusnya tim bersatu, bukannya menyudutkan Mourinho.

Lantas, kini Giggs menyuarakan dukungan yang sama. Ia tak bersikap naif dan menyangkal bahwa United belum sanggup keluar dari situasi sulit. Sebagai sosok yang pernah menjadi bagian dari United, ia sadar mantan klubnya ini sedang dirundung masalah. Dan sebagai manajer, ia menyadari betul bahwa dukungan dari seantero tim, termasuk para pemain, menjadi hal mutlak yang dapat membantu manajer untuk menyelamatkan tim dari keterpurukan.

"Sikap saya belum berubah. Sekarang United memang sedang ada dalam kondisi sulit. Tapi, jika Mourinho dapat mengubahnya, maka ia akan berada di posisi yang sama, di kursi kepelatihan, untuk satu atau dua tahun ke depan. Saya percaya dia harus mempertahankan posisinya," jelas Giggs dalam konferensi pers jelang laga Wales melawan Spanyol, dikutip dari ESPNFC.

"Masalah yang dialami United saat ini seharusnya bisa menjadi acuan untuk perencanaan ke depannya. Mereka harus mengambili keputusan, saya percaya mereka akan melewati masa-masa sulit seperti ini," pungkas Giggs.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60