Pencarian populer

Dari Guardiola hingga Pochettino: Siapa Pengganti Allegri di Juventus?

Allegri senang Juventus menang. Foto: Reuters/Massimo Pinca

Juventus secara tiba-tiba mengumumkan pemutusan kerja sama dengan sang pelatih, Massimiliano Allegri. Yang saat ini menjadi pertanyaan adalah, siapa yang akan menggantikan Allegri?

Allegri meninggalkan Juventus dengan sederetan prestasi. Pria yang berasal dari Livorno, Italia itu mampu memberikan lima gelar Serie A dan empat trofi Coppa Italia untuk ‘Si Nyonya Tua’.

Kendati begitu, ada satu cela yang begitu besar dalam lima tahun kiprah Allegri bersama Juventus. Cela yang dimaksud adalah kegagalannya untuk membuat Juventus menang di Liga Champions.

Allegri sebenarnya nyaris mendapatkan ‘Si Kuping Lebar’. Dua kali ia mampu membawa Juventus masuk ke final Liga Champions—di tahun 2015 dan 2017. Sayang, dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, menggagalkan misinya itu.

Kegagalan Allegri untuk mempersembahkan trofi Liga Champions disinyalir menjadi alasan mengapa manajemen Juventus memutuskan untuk memberhentikan pria berusia 51 tahun tersebut.

Oleh karena itu, besar kemungkinan pelatih Juventus yang berikutnya adalah seseorang yang mampu membawa Bianconeri berjaya di level Eropa. Dari situ, kumparanBOLA sudah mengumpulkan pelatih-pelatih yang sekiranya mampu menuntaskan misi Allegri yang belum selesai bersama Juventus.

Jose Mourinho

Mourinho adalah nama yang paling mudah untuk didekati Juventus. Pelatih asal Portugal ini sedang menganggur setelah dipecat oleh Manchester United di bulan Desember 2018 silam.

Curriculum vitae Mourinho memang sedikit tercoreng akibat kiprahnya di United yang amburadul. Namun, bukan berarti ia layak diremehkan.

Mourinho tetap merupakan salah satu pelatih paling sukses di dunia. Sepanjang kariernya sebagai pelatih, 25 trofi besar berhasil ia dapatkan. Mourinho juga pernah sukses di Italia bersama Inter Milan.

Mourinho di laga Manchester United vs Juventus. Foto: Reuters/Jason Cairnduf

Namun, magnet terbesar yang dimiliki oleh pelatih berusia 56 tahun ini adalah kesuksesannya di Liga Champions. Mourinho sudah pernah dua kali memenangi trofi Liga Champions bersama Porto dan Inter. Tentu saja, keberhasilan Mourinho untuk menjuarai Liga Champions bersama klub yang tidak besar-besar amat, utamanya Porto, menjadi sesuatu yang mesti dipertimbangkan Juventus.

Kendati begitu, menurut Corriere dello Sport, Juventus baru-baru ini menolak Mourinho. Agen Mourinho, Jorge Mendes, membuat penawaran terhadap Juventus, tetapi kabarnya ditampik mentah-mentah. Namun, sepeninggalan Allegri, situasi ini tentu bisa berubah.

Mauricio Pochettino

Menurut Sky Italia, Pochettino termasuk salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Allegri. Isu pendekatan Juventus terhadap Pochettino bisa dibilang sangat masuk akal.

Pochettino memang belum pernah memenangi Liga Champions dalam kariernya. Namun, kesuksesannya di musim 2018/2019 ini untuk membawa klub seperti Tottenham Hotspur untuk masuk final Liga Champions menjadi sesuatu yang membuat Juventus meneteskan liur.

Tak hanya itu, Pochettino adalah sosok pelatih yang secara konsisten mampu membawa sebuah klub bermain baik di atas level yang diprediksikan.

Mauricio Pochettino di laga Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

Coba tengok apa yang ia dapat lakukan bersama Spurs. Di musim keduanya, ia mampu membawa Spurs bersaing di papan atas Premier League. Kesuksesannya membawa Spurs ke Liga Champions ia lakukan tanpa membeli satu pemain pun.

Pochettino pribadi tak pernah menutup kemungkinan untuk pindah dari Spurs. Namun, jika ia mampu memenangi Liga Champions, Spurs pasti tak akan melepasnya dengan mudah.

Pep Guardiola

Ya, benar, Guardiola. Pelatih Manchester City ini juga masuk ke bursa kandidat pengganti Allegri.

Terasa tidak masuk akal, memang. Guardiola baru saja memenangi Premier League bersama City untuk kedua kalinya secara berturut-turut. The Citizens pasti akan menggunakan sumur uangnya yang tak memiliki dasar untuk mempertahankan Guardiola.

Pep Guardiola dalam pertandingan melawan Tottenham. Foto: AFP/Ian Kington

Kendati begitu, Juventus pasti tak akan melepas kans untuk merekrut Guardiola dengan mudah. Prestasi pria berusia 48 tahun itu tak perlu dipertanyakan. Liga Spanyol, Jerman, dan Inggris ia taklukkan dengan mudah. Lebih dari itu, yang paling penting tentunya, Guardiola pernah memenangi Liga Champions sebanyak dua kali.

Bagi Guardiola, Juventus juga bisa menjadi destinasi yang menggoda. Menaklukkan Liga Italia akan menasbihkan status Guardiola sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Selain itu, kisruh City dengan UEFA juga kabarnya membuat Guardiola tidak nyaman.

Your move, Juve.

Didier Deschamps

Deschamps bukanlah nama yang asing bagi Juventus. Pria asal Prancis ini pernah bermain bagi ‘Si Nyonya Tua’ di tahun 1994-1999. Deschamps juga pernah melatih Juventus saat tim ini berada di Serie B akibat skandal Calciopoli di tahun 2006 silam.

Selayaknya Pochettino, Deschamps adalah kandidat terdepan pengganti Allegri. Curriculum vitae Deschamps memang mendukung. Ia pernah membawa AS Monaco menjadi runner-up Liga Champions di tahun 2004. Di partai final, Monaco asuhan Deschamps dikalahkan oleh Porto besutan Mourinho.

Deschamps memberi salam pada suporter Prancis usai pertandingan melawan Islandia. Foto: Reuters/Charles Platiau

Kendati begitu, Deschamps masih memiliki kontrak bersama Tim Nasional (Timnas) Prancis hingga Piala Eropa 2020 berakhir. Timnas Prancis dinilai tak akan melepas pelatih yang membawa mereka juara Piala Dunia 2018 lalu dengan mudah.

Simone Inzaghi

Menurut Football Italia, Inzaghi menjadi nama yang dipilih oleh Pavel Nedved dan Fabio Paratici, dua direktur Juventus, untuk menggantikan Allegri.

Inzaghi memang tengah naik daun di kancah kepelatihan sepak bola Italia. Pria berusia 43 tahun itu sukses membawa Lazio menjuarai Coppa Italia musim 2018/2019. Secara keseluruhan, Lazio yang ia tangani juga menampilkan permainan yang impresif.

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi. Foto: AFP/Marco Bertorello

Pertanyaan terbesar menyoal Inzaghi tentu saja pengalamannya, terutama di level Eropa. Semenjak menjadi pelatih di tahun 2016 lalu, Inzaghi tak pernah melatih di Liga Champions. Akan menjadi sebuah hal yang sedikit kurang masuk akal jika Juventus merekrut Inzaghi lalu menugaskannya untuk menjuarai Liga Champions.

Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57