kumparan
15 Apr 2019 9:09 WIB

Dari Guardiola untuk Liverpool: City Kian Dekat dengan Gelar Juara

Pep Guardiola dalam pertandingan melawan Tottenham. Foto: AFP/Ian Kington
Persaingan Manchester City dan Liverpool di perburuan titel Premier League 2018/19 semakin sengit. City yang sempat memimpin klasemen usai mengalahkan Crystal Palace 3-1 di pekan ke-34 Premier League, Minggu (14/4/2019) pukul 20:05 malam WIB, mesti merelakan tempatnya diambil alih Liverpool yang menumbangkan Chelsea 2-0 tiga jam berselang.
ADVERTISEMENT
Untuk sementara, The Reds yang mengoleksi 85 poin, berjarak dua angka dari City di posisi kedua. Namun, jika Liverpool menyisakan empat laga di musim ini, The Citizens masih punya tabungan satu pertandingan sehingga terdapat lima partai tersisa bagi skuat Pep Guardiola.
Keunggulan jumlah pertandingan inilah yang melambungkan optimisme Guardiola bahwa City berada di posisi lebih depan untuk menyabet gelar dibandingkan Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu mengirimkan peringatan buat skuat Juergen Klopp bahwa timnya bakal menyapu bersih lima laga tersisa agar ambisi menyabet gelar liga di dua musim beruntun terwujud.
"Tekanan seperti ini sangat luar biasa. Kami berjuang untuk meraih gelar Premier League berturut-turut. Kami tak menyangkal Liverpool bisa memenangi semua pertandingan (tersisa). Kami pun harus memenangi semua pertandingan. Pertandingan yang sulit, tetapi gelar semakin dekat ke tangan kami,” kata Guardiola dilansir Sky Sports.
ADVERTISEMENT
"Kami ingin memenangi sisa lima pertandingan kami dan kami akan mendapatkan dua gelar, bukan cuma satu," lanjut mantan arsitek Barcelona tersebut.
Satu gelar yang dimaksud Guardiola adalah trofi Piala Liga yang baru saja didapatkan City pada Februari lalu. Selain kompetisi itu, City pun masih mentas di Liga Champions dan telah menjejak partai pemungkas Piala FA yang akan mempertemukan mereka dengan Watford pada Sabtu (15/5).
Masih terlibatnya City di kejuaraan-kejuaraan bergengsi itu menghadirkan risiko jadwal padat. Tiga hari berselang setelah melawan Palace saja, City sudah harus bersiap menjamu Tottenham Hotspur di Etihad Stadium pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (18/4) dini hari WIB, di mana mereka keok 0-1 pada pertemuan pertama.
ADVERTISEMENT
Para pemain Manchester City merayakan gol Raheem Sterling ke gawang Crystal Palace. Foto: Tony O'Brien/Reuters
Guardiola mafhum betul tantangan yang bakal dihadapi City. Tapi, pria berkepala plontos itu optimistis skuatnya bakal mampu melewati rintangan, apalagi musim ini mereka punya kans meraih empat gelar sekaligus (quadruple) yang disebut Guardiola menambah panas mesin City.
“Saat di bulan Desember, Januari, da Februari, kami sering bermain setiap tiga hari sekali, kenapa saya tak percaya bahwa pemain-pemain saya bisa melakukannya lagi? Memang, kami pun bisa kalah, kami bukan tim yang tak terkalahkan. Kami punya kelemahan.”
“Kami sudah melewati dua musim di liga dengan meraih 183 poin dengan lima pertandingan tersisa. Raihan itu didapat hanya dalam dua musim, ya, kenapa saya harus meragukan kemampuan pemain-pemain saya? Saya tak pernah meragukan mereka,” tegas Guardiola.
ADVERTISEMENT
Untung buat City dan Guardiola, kabar pulihnya pemain-pemain penting macam di tengah padatnya jadwal ini menjadi suntikan kekuatan. Contohnya Benjamin Mendy dan Kevin De Bruyne yang sempat menepi cukup lama karena cedera, sudah semakin fit dan kerap diturunkan dalam beberapa laga termutakhir.
“Kita semua tahu bagaimana visi bermain De Bruyne untuk mengirimkan operan yang tak semua orang bisa lihat dan lakukan. Mendy pintar saat menguasai bola, kondisi fisiknya pun semakin baik. Dia adalah satu-satunya full-back kiri murni yang kami punya dan dalam dua musim terakhir dia kerap tak tersedia,” pungkas Guardiola.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan