kumparan
25 Agu 2019 8:59 WIB

David Luiz Akui Tarikannya terhadap Salah Adalah Pelanggaran

David Luiz dan Mohamed Salah di laga Arsenal versus Liverpool. Foto: Reuters/Carl Recine
Arsenal mesti menelan kekalahan dari Liverpool dengan skor 1-3 di pertandingan pekan ketiga Premier League, Sabtu (24/8/2019) malam WIB. Salah satu gol Liverpool tercipta dari penalti yang diberikan wasit setelah Mohamed Salah ditarik oleh David Luiz. Menariknya, Luiz mengakui bahwa tarikannya terhadap Salah adalah sebuah pelanggaran.
ADVERTISEMENT
Keputusan wasit Anthony Taylor beberapa menit setelah babak kedua dimulai itu bermula setelah Salah lolos dari penjagaan Luiz. Sadar bahwa lawannya selangkah lebih maju, Luiz tiba-tiba menarik baju Salah.
Salah sebenarnya tidak menjatuhkan diri. Namun, Taylor tetap menunjuk titik putih dan memberi kartu kuning pada Luiz. Di akhir pertandingan, Luiz menyadari bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah pelanggaran, dan ia mengakui itu merupakan refleks darinya.
“Ya, saya pikir itu pelanggaran. Itu adalah sebuah refleks yang ada dari saya. Ketika saya berbalik, saya melihat (wasit) dan saya kemudian menarik tangan saya dari bajunya (Salah),” ucap Luiz, dikutip dari situsweb resmi Arsenal.
Meskipun begitu, Luiz menyatakan bahwa Salah tak merasakan tarikan tersebut. Itulah yang menyebabkan penyerang asal Mesir itu tidak menjatuhkan diri.
ADVERTISEMENT
Namun, Luiz tetap teguh pada pendapatnya menyoal keputusan wasit. Bek tengah berusia 32 tahun itu juga menegaskan bahwa Video Assistant Referee tak bisa mengambil keputusan di situ karena kekuatan tarikan merupakan sesuatu yang tak dapat dinilai.
“Saya berbicara dengan Salah, dan ia bilang, ‘Aku tidak merasakan tarikanmu, oleh karena itu aku tidak jatuh’. Dengan VAR juga, Anda tidak dapat melihat seberapa kuat tarikan itu, dan itu adalah situasi yang sulit bagi wasit. Saya tak akan mengeluh karena saya paham situasinya sulit," ucap bek asal Brasil itu.
Luiz kembali menjadi tersangka di gol kedua Salah—gol ketiga Liverpool. Kala itu, Salah dengan mudah melewati Luiz, lalu menceploskan bola ke sisi kanan bawah gawang Bernd Leno.
ADVERTISEMENT
Nah, Luiz kemudian menyatakan bahwa kartu kuning yang ia terima setelah menarik baju Salah membuat gol ketiga itu tercipta. Memang, bisa dilihat bahwa Luiz enggan membuat pelanggaran demi menghentikan Salah. Namun, sang bek menyatakan bahwa ia tak mau melanggar Salah karena tak ingin membuat timnya bermain dengan 10 pemain.
“Di gol ketiga mereka, saya tak bisa membuat pelanggaran dan membiarkan tim saya bermain dengan 10 pemain. Saya pikir, kartu kuning yang saya terima membuat saya harus melakukan sedikit penyesuaian dan itu menyulitkan saya,” jelas Luiz.
Secara keseluruhan, Luiz mengakui bahwa gol penalti Salah menghancurkan Arsenal. Ia juga mengakui bahwa Liverpool bermain lebih baik dari timnya. Namun, ia merasa bahwa Arsenal bisa meraih hasil yang lebih baik seandainya mencetak gol terlebih dahulu dari lawannya.
ADVERTISEMENT
Pertandingan Premier League antara Arsenal dan Liverpool. Foto: REUTERS/Phil Noble
“Ya, kami kalah dari tim yang lebih baik. Namun, saya merasa kami membuat banyak peluang. Tak mudah bermain di Anfield. Namun, saya merasa bahwa apabila kami mencetak gol terlebih dahulu, hasil akhirnya bisa berbeda.”
“Gol kedua Liverpool—penalti itu—benar-benar menutup pertandingan. Setelah itu, semuanya menjadi lebih sulit. Namun, semangat kami mengagumkan, dan kami pada akhirnya berhasil mencetak gol. Namun, sebenarnya ini bisa menjadi pertandingan yang berbeda,” tutup Luiz.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan