Pencarian populer

David Ospina: Liverpool Bukan Hanya Mohamed Salah

Mohamed Salah kembali menemukan sentuhannya di musim 2018/19. (Foto: Action Images via Reuters/Lee Smith)

Rabu (12/12/2018) dini hari WIB, Napoli akan melakoni laga hidup-mati versus Liverpool di Anfield. Setidaknya Partenopei harus memetik hasil imbang untuk memuluskan jalan mereka ke babak 16 besar Liga Champions 2018/19.

Oke, Liverpool memang telah menelan dua kekalahan beruntun di dua pertandingan Liga Champions sebelumnya. Akan tetapi, noda itu buru-buru mereka hapus lewat tiga kemenangan beruntun di ajang Premier League.

Napoli sendiri sukses menaklukkan Liverpool dengan skor tipis 1-0 di San Paolo pada Oktober lalu. Kendati demikian, tak lantas membuat The Reds kerdil di mata mereka, tak terkecuali David Ospina. Kiper yang pernah merumput bersama Arsenal itu menganggap bahwa Liverpool adalah lawan yang patut untuk diwaspadai.

“Mereka adalah lawan yang hebat dan kami tahu bahwa kami akan melawan tim yang sangat hebat. Tetapi, kami juga memiliki pelatih hebat dan pemain hebat," kata Ospina kepada The Sun.

Ospina kala menjaga gawang Arsenal. (Foto: Christof Stache/AFP)

Dua belas laga tak terkalahkan jadi modal kuat Napoli dalam lawatannya kali ini. Terlebih, pasukan Carlo Ancelotti itu juga punya catatan mentereng dari aspek pertahanan. Dua kali gawang mereka bersih dari lesakan lawan dalam empat pertandingan ke belakang. Tak sampai di situ, Napoli juga mengukir rata-rata 2,25 gol per laga dalam durasi tersebut.

“Kami percaya diri dan yakin akan memberikan yang terbaik, kami percaya kami berhasil lolos ke fase gugur Liga Champions," jelas Ospina.

Tak lain tak bukan adalah Mohamed Salah yang jadi nemesis bagi setiap musuh Liverpool. Terlebih, mantan pemain FC Basel itu juga sedang dalam performa terbaiknya usai mengukir hat-trick kala Liverpool melumat Bournemouth 4-0 di pentas Premier League akhir pekan kemarin.

“Salah? Saya tahu bahwa dia mencetak tiga gol pada hari Sabtu. Dia pemain hebat tapi kami harus memerhatikan seluruh tim," ucap kiper berkebangsaan Kolombia itu.

Mane, Salah, dan Firmino di Liga Champions. (Foto: Francisco Leong/AFP)

Perkataan Ospina ada benarnya. Salah bukanlah satu-satunya produsen gol Liverpool di Liga Champions. Topskorer Premier League musim lalu itu cuma menyumbang sepasang gol dari total delapan gol yang dibuat Liverpool di Liga Champions sejauh ini. Sementara enam gol sisanya dihasilkan oleh James Milner dan Roberto Firmino dengan masing-masing dua gol serta Daniel Sturridge dan Sadio Mane yang menyumbang sebiji gol.

“Liverpool berhasil menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang hebat--bukan hanya satu pemain--dan itulah mengapa mereka sampai ke final Liga Champions terakhir.”

Berhitung mundur, ada 32 gol yang sudah dicetak oleh Salah, Mane, dan Firmino selama berlaga di Liga Champions 2017/18. Torehan ini tentu menjadi dasar mengapa ketiganya patut buat diwaspadai. Namun, selayaknya tim, ketiganya bukan aktor utama yang menjadi pusat tim. Artinya, Liverpool bukan melulu tentang ketiganya saja.

Selain dari ketiga trisula di atas, nama-nama macam Xherdan Shaqiri dan Georginio Wijnaldum yang muncul dari lini kedua layak untuk diwaspadai. Belum lagi dengan Trent Alexander-Arnold yang piawai dalam mengeksekusi tendangan bebas serta Virgil van Dijk yang bisa menjelma sebagai juru gedor di saat-saat genting.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: