Pencarian populer

Demi Jadi Juara, Semua Laga Jadi Penting untuk Liverpool

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Foto: REUTERS/Andrew Yates

Premier League edisi 2018/19 akan memasuki pekan ke-31 (32 untuk beberapa klub). Artinya, hanya tinggal tujuh atau delapan pertandingan tersisa untuk berburu gelar juara. Liverpool berada di garis paling depan dengan torehan 76 angka.

Namun, The Reds belum aman betul. Manchester City masih menguntit dua angka di belakang mereka. Terlebih, Raheem Sterling dan kawan-kawan masih menabung satu laga lebih banyak ketimbang mereka. Alhasil, tekanan yang mengarah ke Liverpool pun terelakkan.

Juergen Klopp enggan terlarut dengan tekanan yang tertuju ke timnya. Sebaliknya, ia justru menganggap bahwa Liverpool kini lebih terfokus dalam perburuan gelar.

"Kami sekarang dalam minggu-minggu terakhir dan tidak akan ada gangguan lagi, hanya akan ada pertandingan demi pertandingan dan mereka semua sangat, sangat penting," kata Klopp dalam situs resmi klub.

Perayaan gol Liverpool ke gawang Watford. Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine

"Di satu sisi, karena lawan yang akan dihadapi bakal berjuang untuk satu tempat Liga Champions (musim depan) dan di sisi lain, mereka akan berjuang (untuk tetap bertahan) di Premier League."

Oke, Liverpool memang akan bentrok dengan sesama personel Big Six, Tottenham Hotspur, pada pertandingan akhir pekan nanti--relatif lebih sulit ketimbang City yang cuma meladeni Fulham dan Cardiff City pada pekan ke-32 ini.

Kendati demikian, jalan Liverpool bakal lebih mudah karena dihadapkan pada jadwal yang enteng setelahnya. Dari enam lawan yang tersisa setelahnya, cuma Chelsea yang perlu diwaspadai. Sisanya hanya Southampton, Cardiff, Huddersfield Town, Newcastle United, dan juga Wolverhampton Wanderers.

Bandingkan dengan City yang masih harus meladeni Spurs dan Manchester United di pekan 34 dan 35. Mereka juga akan bersua dengan Crystal Palace dan Leicester City, dua tim yang sukses mengalahkan juara bertahan Premier League itu di paruh pertama lalu.

Pemain-pemain Manchester City merayakan kemenangan atas Everton. Foto: REUTERS/Phil Noble

Liverpool juga diuntungkan dengan undian babak perempat final Liga Champions yang hanya mempertemukan mereka dengan FC Porto--tim yang pernah mereka lumat 5-0 dua edisi silam. Sementara City, dihadapkan dengan Spurs.

Kendati dominan soal catatan pertemuan dengan Spurs (selalu memenangi empat duel terakhir), mereka kudu membagi waktu dengan kompetisi Piala FA. Pasukan Pep Guardiola itu masih harus melawan Brighton and Hove Albion di fase semifinal.

Nah, inilah yang membuat Klopp percaya bahwa timnya mampu menjaga konsistensi. Liverpool cuma tinggal berkompetisi di Liga Champions selain mentas di Premier League.

Walaupun begitu, musuh yang mudah tak lantas menggaransikan poin penuh. Liverpool sudah merasakannya sendiri sejak periode Januari lalu. Saat ditahan imbang Leicester, West Ham United, dan juga Everton.

Senyum semringah Juergen Klopp usai Liverpool melangkah ke perempat final Liga Champions. Foto: Adrew Boyers/Reuters

Itulah mengapa Klopp menegaskan bahwa seluruh laga sisa di musim ini sangatlah penting. Tentu saja, supaya momen memalukan edisi 2013/14 tak lagi terulang. Saat mereka terpeleset di pengujung musim dan City yang akhirnya keluar sebagai juaranya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.38