Pencarian populer

Deschamps: Griezmann Sering Diremehkan

Antoine Griezmann merayakan golnya. Foto: Sergio Perez/Reuters

Tak perlu meragukan kualitas Antoine Griezmann, tetapi menurut Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis, sinar sang pemain kerap terabaikan. Salah satu faktornya adalah fokus publik terhadap kebintangan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Musim lalu saja, Griezmann tak mendapat banyak sorotan. Padahal, prestasi penyerang Atletico Madrid itu begitu apik. Griezmann membawa Atletico Madrid finis di posisi dua, tepat di bawah Barcelona.

Sementara di panggung Eropa, Griezmann sukses membawa tim besutan Diego Simeone itu menjadi juara Liga Europa. Mencakup kiprah di Benua Biru serta pentas domestik, dia merangkum 27 gol untuk Atletico musim lalu.

Tidak hanya pada level klub, bersama Timnas Prancis, Griezmann turut memberikan bukti. Gelar Piala Dunia 2018 berhasil dipersembahkan berusia 27 tahun itu. Pada turnamen sepak bola terbesar sejagat raya itu, Griezmann berhasil membuat empat gol dari tujuh laga yang dilaluinya.

Kendati begitu, gelar pemain terbaik tak jatuh kepada eks pemain Real Sociedad itu. Griezmann kalah bersaing dengan pemain Real Madrid, Luka Modric. Lewat fakta tersebut, Deschamps menilai bila Griezmann selalu dipandang sebelah mata oleh lawan-lawannya.

"Antoine Griezmann merupakan pemain yang sering kali dianggap remeh. Ini selalu menjadi kasus untuk pemain Prancis yang bermain di luar negeri," ujar Deschamps dilansir Marca.

"Ingat, Griezmann telah melakukan banyak hal pada 2018 lalu. Dia juga menjadi pemain yang menentukan di klubnya dan menjadi juara dunia bersama Tim Nasional," tambah Deschamps.

Deschamps di laga vs Australia. Foto: REUTERS/Toru Hanai

Deschamps tentu berharap ada apresiasi lebih terhadap kiprah Griezmann. Terlebih lagi, dia kembali menorehkan rapor gemilang musim ini lewat catatan 16 gol dan 9 assist bersama Atletico di semua kompetisi.

Kontribusinya tak cuma dinikmati Atletico. Karena bersama Les Bleus, Griezmann masih dipercaya menjadi pilihan utama di lini depan. Tak terkecuali saat pasukan Deschamps mengarungi Kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan menghadapi Moldova, Sabtu (23/3), serta Islandia tiga hari setelahnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61