Pencarian populer

Deschamps: Semua Pemain Prancis Tampil Buruk, Tak Cuma Mbappe

Deschamps di laga vs Australia. Foto: REUTERS/Toru Hanai

Gelombang kritik tertuju kepada Kylian Mbappe setelah Timnas Prancis tumbang 0-2 dari Turki, Minggu (9/6/2019) dini hari WIB. Dia dianggap sebagai biang utama kekalahan Les Bleus di laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 itu.

Pantaslah demikian karena Mbappe memang tampil buruk. Alih-alih memamerkan kemampuan melewati lawan, Mbappe justru menjadi titik lemah untuk aspek ini. Total 22 kali sang pemain kehilangan bola dalam 90 menit.

Mbappe juga gagal menunjukkan ketajaman, seperti ketika mencetak 39 gol dalam semusim buat Paris Saint-Germain. Tak satu pun tembakan ke gawang dilepaskan penyerang 20 tahun tersebut.

Penampilan minor Mbappe turut diakui oleh pelatih Didier Deschamps. Namun, sang juru taktik enggan mengambinghitamkan satu pemain saja.

Kylian Mbappe meratapi kekalahan Prancis dari Turki di kualifikasi Piala Eropa 2020. Foto: REUTERS/Gokhan Kilincer

Toh, yang gagal melepaskan ancaman ke gawang Turki tidak cuma Mbappe. Jika diakumulasi, Prancis mencatatkan 0 tembakan tepat sasaran berbanding 4 milik Turki. Ini menjadi rapor terburuk mereka dalam 10 tahun terakhir.

"Selain Hugo Lloris, semua pemain tampil di bawah standar. Anda boleh menjadikan Mbappe sebagai target kritik, tetapi saya coba menggunakan kacamata kolektif," kata Deschamps sebagaimana dilansir oleh FourFourTwo.

"Mbappe memang bermain tak seperti biasa. Dia tidak mendapatkan suplai terbaik. Dan, upayanya mengambil risiko (lewat dribel) tidak berhasil seperti biasanya. Kendati begitu, saya tak akan memberikan pengarahan khusus kepada Mbappe. Saya berbicara kepada dia sama seperti pemain lain," tuturnya.

Mbappe selamatkan Prancis. Foto: Reuters/Emmanuel Foudrot

Deschamps tentu mengharapkan perbaikan saat Prancis bertandang ke Andorra, Rabu (12/6), dini hari WIB. Kesempatan terbuka lebar menimbang kekuatan sang lawan yang jauh di bawah rek.

Ya, Andorra cuma berstatus sebagai penghuni dasar klasemen Grup H dengan koleksi nirpoin. Sementara, Prancis menduduki kursi kedua berbekal enam angka, terpaut tiga poin dari Turki di puncak.

Untuk laga Andorra pula, Deschamps berencana menerapkan rotasi. Khusus kebijakan ini, dia pun menegaskan tak ada hubungannya dengan penampilan buruk saat menghadapi Turki.

"Saya akan melakukan perubahan susunan starter. Keputusan ini mempertimbangkan kesegaran pemain dalam hal fisik dan psike," ucap Deschamps.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57