kumparan
11 Des 2018 9:20 WIB

Di Benak Lloris, Messi Adalah Pemain Terbaik dalam Sejarah

Kapten dan kiper Spurs, Hugo Lloris. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff)
Lionel Messi adalah bintang Barcelona yang paripurna. Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, tahu betul perihal anggapan tersebut.
ADVERTISEMENT
Lloris sempat merekam dengan mata sendiri kehebatan pemain berjuluk La Pulga itu. Tepatnya saat Spurs tumbang 2-4 dari Barcelona dalam matchday kedua Grup B Liga Champions pada 10 Oktober lalu. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Wembley itu, Messi melesakkan sepasang gol.
Gol pertama pemain asal Argentina itu tercipta saat laga berusia 55 menit. Luput dari penjagaan barisan bertahan Spurs, Messi dapat melepaskan tembakan terukur ke pojok bawah kanan gawang Lloris setelah menyambut umpan tarik Jordi Alba. Gol kedua pun terjadi via skema serupa. Menerima operan silang bawah Alba pada menit 89, Messi dengan mudah dapat menyarangkan bola ke dalam gawang.
Aksi Messi di Wembley. (Foto: Reuters/Dylan Martinez)
Lloris bukan tanpa upaya. Kiper yang mengantarkan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 itu telah melompat untuk menggapai bola, tetapi usahanya berujung kegagalan. Dwigol Messi itu masih berkelindan di benak Lloris.
ADVERTISEMENT
Namun, pemain kelahiran Nice, Prancis, itu mesti menanggalkan ingatannya tersebut jelang laga pamungkas Grup B melawan Blaugrana di Stadion Camp Nou, Rabu (12/12/2018) dini hari WIB. Karena kemenangan menjadi jalan teraman yang harus ditempuh Spurs untuk melaju ke babak 16 besar.
"Kami akan menghadapi salah satu pemain terbaik dalam sejarah. Itu tak mudah, tetapi kami punya keyakinan 100 persen bahwa kami bisa memenangi pertandingan," ucap Lloris sebagaimana mengutip Goal International.
Sanjungan yang dialamatkan Lloris kepada Messi tak bisa dikatakan berlebihan. Messi memang tengah dalam performa impresif. Teraktual, pemilik nomor kostum 10 itu menjadi bintang utama Barcelona saat menekuk Espanyol 4-0 dalam jornada 15 La Liga di RCDE Stadium, Minggu (9/12) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Pantaslah demikian karena pesepak bola kelahiran Rosario, Argentina, itu merangkum dua gol dan satu assist. Terasa lebih mengagumkan karena brace Messi bermula via bola mati. Bola hasil sepakan striker 31 tahun itu melengkung indah sebelum bersarang ke dalam gawang.
Para pemain Spurs merayakan gol. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)
Kendati begitu, Messi bukan tanpa cela. Dalam pandangan Lloris, Messi bisa dihentikan dan ditumpulkan asalkan Spurs bermain sebagai kesatuan tim, terutama di pertahanan.
"Akan sangat sulit menghentikan pemain seperti Messi, tetapi kami punya cara untuk itu --bermain sebagai sebuah tim. Jangan memberinya banyak ruang dan berada di dalam kotak penalti. Itulah satu-satunya cara untuk menghentikannya," katanya.
"Jika Anda melihat tendangan bebas (saat Messi mencetak gol ke gawang Espanyol), tak ada yang bisa Anda lakukan (selain melihat bola bersarang ke gawang). Ia adalah tipe pemain yang bisa mengubah keadaan," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·