Pencarian populer

Di Kandang BATE, Arsenal Bikin Susah Diri Sendiri

Arsenal takluk di kandang BATE. Foto: Reuters/Anton Vaganov

Paruh pertama musim 2017/18 silam Arsenal dan BATE Borisov pernah dua kali bentrok di fase grup Liga Europa. Dalam dua pertemuan tersebut Arsenal yang kala itu masih dilatih Arsene Wenger berhasil memetik dua kemenangan dengan skor agregat 10-2. Arsenal menang 4-2 di kandang BATE dan menang 6-0 saat bermain di Emirates Stadium.

Kurang lebih setahun setelah itu Arsenal kembali harus bertanding menghadapi BATE. Bedanya, kali ini The Gunners sudah tak lagi dilatih oleh Wenger, melainkan oleh Unai Emery. Plus, pertemuan kali ini tidak lagi terjadi di fase grup, melainkan di babak 32 besar. Hasilnya, dalam pertandingan di Borisov Arena, Jumat (15/2/2019) dini hari WIB, Arsenal takluk 0-1.

Hasil itu jelas mengejutkan. Pasalnya, selain punya rekor pertemuan bagus, Arsenal juga lebih dominan dalam urusan penguasaan bola dan penciptaan peluang. Akan tetapi, kenyataan berkata lain. Jelang berakhirnya babak pertama, Stanislaw Drahun sukses menanduk bola hasil tendangan bebas — perhatikan baik-baik — mantan pemain Arsenal era 2000-an, Aliaksandr Hleb.

Arsenal tak cuma kalah. Mereka juga harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain usai Alexandre Lacazette menerima kartu merah dari wasit. Entah apa yang bisa membuat lawatan Arsenal ke Belarusia ini berakhir dengan lebih buruk lagi.

Lewat sebuah wawancara dengan situs resmi klub, kiper Petr Cech mengakui bahwa para pemain Arsenal telah menyusahkan diri mereka sendiri. Namun, di sisi lain, Cech juga menyebutkan bahwa ada faktor ketidakberuntungan yang membuat Arsenal tumbang di kandang lawan.

"Kami gagal memanfaatkan kesempatan yang kami punya. Di babak pertama kami bermain bagus dan menghasilkan sejumlah peluang, tetapi kami tak berhasil memanfaatkannya dan malah kebobolan sebelum babak berakhir. Itu membuat mereka jadi lebih percaya diri," kata Cech.

"Di babak kedua mereka lebih banyak menunggu untuk melancarkanserangan balik dan kami sebenarnya bisa mencetak gol, tetapi dianulir karena offside. Kami ingin mencetak gol dan membuat diri kami nyaman untuk leg kedua, tetapi akhirnya kami malah menyulitkan diri sendiri."

Ekspresi Alexandre Lacazette saat Arsenal melawan BATE Borisov. Foto: Vasily Fedosenko/Reuters

"Ini adalah salah satu pertandingan yang kalaupun kami punya tambahan waktu dua jam kami tetap takkan bisa mencetak gol. Di sepak bola, ini hal lumrah. Yang penting adalah mencoba. Terkadang kamu mendapat hasil yang tak diinginkan, tetapi kamu harus segera bangkit untuk menyambut leg kedua. Itulah enaknya bermain dua leg. Selalu ada kesempatan di laga berikutnya," papar pria Republik Ceko tersebut.

Di kesempatan terpisah, dalam sesi konferensi pers, Emery berkata bahwa dia percaya para pemain Arsenal bisa membalikkan keadaan di Emirates pekan depan.

"Ini baru 90 menit pertama. Aku tahu bahwa situasi akan lebih sulit nantinya karena kami gagal mendapat hasil terbaik. Namun, di Emirates nanti kami akan terus melakukan apa yang sudah kami lakukan. Aku ingin kami lebih cerdas dan lebih efisien dalam menyerang sehingga kemenangan bisa didapatkan," tegas Emery.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60