kumparan
29 Okt 2018 6:36 WIB

Di Mata Mourinho, Anthony Martial Sudah Makin Cerdas dan Matang

Anthony Martial makin matang. (Foto: Reuters/Peter Powell)
Di Premier League, secara perlahan Manchester United menunjukkan kebangkitan. Awalnya adalah kala mereka menang atas Newcastle United tiga pekan silam. Setelah itu, hasil imbang kontra Chelsea menyusul dan pada pertandingan pekan ke-10, Minggu (28/10/2018) malam WIB, United berhasil menang atas Everton dengan skor 2-1.
ADVERTISEMENT
Dari semua hasil positif United itu, ada satu pemain yang jadi konstanta. Dia adalah Anthony Martial. Dalam tiga pertandingan itu, Martial berhasil mengemas empat gol, di mana salah satunya hadir di laga melawan Everton. Atas pencapaiannya ini, winger asal Prancis tersebut mendapat sanjungan dari sang pelatih, Jose Mourinho.
Dalam konferensi pers pascalaga, Mourinho mengatakan bahwa Martial kini sudah paham apa yang diinginkan olehnya dan pelatih asal Portugal itu tidak sembarangan bicara. Di laga melawan Everton, selain mencetak satu gol, Martial juga terlibat dalam gol Paul Pogba karena berkat dirinyalah 'Iblis Merah' mendapat hadiah penalti.
"Dia masih punya bakat alami yang dia tujukkan dua tahun silam, tetapi kini dia semakin matang karena pemahamannya akan sepak bola juga semakin bagus. Dengan begitu, dia sekarang bisa lebih kontributif untuk tim. Aku merasa senang untuk semua pemain yang berkembang sepertinya," kata Mourinho, dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
"Cukup lama baginya untuk mengerti apa yang kami butuhkan darinya. Tubuh dan otaknya perlu waktu lama untuk bisa siap memenuhi keinginan dari kami. Sekarang, penampilannya betul-betul sedang bagus. Bahkan, apabila dia tidak mencetak gol sekalipun, kemampuannya mengkreasi peluang sangat bagus," lanjutnya.
Bagi Mourinho, satu hal yang membuat Martial kini jadi pemain penting bagi United adalah cara si pemain memahami posisi. Dengan begitu, dia pun jadi lebih mudah untuk mengeksekusi apa yang harus dilakukan.
"Yang berkembang darinya bukan cuma soal bagaimana dia membantu pertahanan, tetapi juga bagaimana dirinya menutup ruang, menjaga jarak dengan para pemain tengah. Pemahaman macam ini yang tak dia punyai sebelumnya," puji pelatih asal Setubal itu.
Perayaan gol dari Paul Pogba dan Anthony Martial. (Foto: Reuters/Peter Powell)
ADVERTISEMENT
"Dia ingin selalu bermain dan dia tahu bahwa untuk bisa mendapatkan itu, dia harus melakukan hal-hal tertentu. Tanpa gol yang dia cetak, penampilannya sudah bagus. Tentu saja, kamu tak bisa selalu mencetak gol atau menciptakan assist, tetapi yang penting adalah bagaimana kamu memiliki keseimbangan dalam permainan. Kupikir, itulah yang kini sedang terjadi pada dirinya," jelas Mourinho.
Tak cuma soal Martial, Mourinho juga berbicara mengenai Pogba. Atau, lebih tepatnya cara Pogba mengeksekusi penalti. Pada pertandingan melawan Everton itu, Pogba mendapat kesempatan mencetak gol lewat titik putih, tetapi gagal karena sepakannya diblok Jordan Pickford. Namun, Pogba berhasil memanfaatkan bola muntah dengan sempurna untuk membawa United unggul.
Sebelum mengeksekusi penalti tersebut, Pogba mengambil ancang-ancang unik, di mana dia berlari kecil selama lebih dari sembilan detik. Pogba memang gagal dalam eksekusinya, tetapi itu bukan masalah bagi Mourinho.
ADVERTISEMENT
"Buatku, yang penting adalah apakah si pemain mau menjadi algojo atau tidak. Aku suka pemain yang mau mengambil risiko. Apakah Paul bisa meningkatkan kualitas penaltinya? Jelas, karena kiper-kiper sudah tahu seperti apa caranya mengambil penalti. Tetapi, sekali lagi, yang terpenting adalah kemauannya menjadi eksekutor," tutup sang gaffer.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan