Pencarian populer

Dukungan sang Ayah Bantu Simic Digdaya di Laga Pamungkas

Selebrasi gol Persija Marko Simic di lagapendukung Persija melawan Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (09/12/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Persija Jakarta naik podium di akhir musim kompetisi 2018. Hasil kemenangan pada pekan ke-34 Go-Jek Liga 1 atas Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung karno (SUGBK), Minggu (9/12/2018), sekaligus mengonfirmasi bahwa anak-anak asuh pelatih Stefano 'Teco' Cugurra mengumpulkan nilai 62 poin di tabel klasemen.

Kemenangan Persija sejatinya tidak didapat lewat hasil kerja satu atau dua orang pemain saja. Tetapi, ungkapan terima kasih agaknya boleh disematkan kepada penyerang mereka, Marko Simic. Berkat dwigol sosok Kroasia itu pada menit ke-17 dan 58, Persija mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1.

Kendati mencetak gol, Simic bukan menjadi yang terdepan dalam urusan pencetak gol terbanyak. Penyerang 30 tahun itu kalah dari pemain PS Tira, Aleksandar Rakić, yang mengoleksi 21 gol.

''Tidak apa-apa saya tidak mendapat gelar pribadi di musim ini. Yang terpenting adalah setelah 17 tahun kami tidak meraih gelar juara, kami sukses meraihnya malam ini. Bisa dikatakan momen ini sangat luar biasa,'' kata Simic ketika ditemui di mixed-zone SUGBK selepas laga.

Simic memang kalah mentereng ketimbang Rohit Chand dan pelatihnya di Persija, Stefano Cugurra, alias Teco. Keduanya menyabet gelar Pemain Terbaik dan Pelatih Terbaik Liga 1.

Meski demikian, ada perasaan lebih yang dirasakan Simic saat tampil di laga pamungkas. Pencetak 18 gol bagi Persija ini disaksikan langsung oleh sang ayah yang datang dari Kroasia.

Pemain Persija Jakarta berselebrasi usai keluar sebagai juara Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

''Ayah saya memang selalu menyaksikan saya bertanding, tetapi dia tak pernah datang menyaksikan langsung dan sudah lama sejak terakhir kali dia menyaksikan saya berlaga di stadion. Jadi, ketika ayah saya datang, sejujurnya ada tekanan yang saya rasakan. Dan demi menghilangkan tekanan itu, saya berupaya tampil habis-habisan,''ucapnya.

''Di satu sisi, saya sangat senang ada keluarga saya yang datang langsung menyaksikan saya. Memang ada pendukung kami yang selalu meneriaki nama saya dan mendukung saya. Tetapi, ketika ayah saya datang langsung menyaksikan ke stadion, ini menjadi momen yang sangat spesial bagi saya,'' jelasnya.

Hal tak kasatmata lain yang dinilai Simic mampu mendongkrak penampilannya di laga melawan Mitra Kukar ini adalah keyakinannya untuk menyabet gelar juara. Ketika berlaga di rumah sendiri, kata Simic, kepercayaan dirinya meningkat. Dukungan suporter yang menyesaki tribune-tribune stadion menjadi amunisi penting yang menopang penampilannya di sepanjang laga pamungkas.

"Anda semua tentu bisa melihat laga tadi. Ada 60 ribu penonton yang datang untuk kami. Dan berkat dukungan yang masif itu, tim ini pantas jadi juara. Persija, saya kira, adalah tim terbaik di Indonesia,'' kata Simic.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: