Pencarian populer
Emery Minta Arsenal Main Kompetitif Selama 90 Menit, Bukan 60 Menit
Unai Emery memberi instruksi pada pemain Arsenal saat menghadapi Vorskla di Liga Europa. (Foto: Reuters/Peter Cziborra)
Sejarah tercipta ketika peluit panjang ditiupkan wasit Bart Vertenten di laga antara Arsenal dan Vorskla, Jumat (21/9/2018) dini hari WIB. Arsenal yang bermain di kandang sendiri, Emirates Stadium, sukses menang 4-2 atas tamunya dan kemenangan itu membuat Unai Emery resmi menjadi raja di Liga Europa.
Tak ada pelatih yang sesukses Emery di Liga Europa. Tiga trofi yang direngkuhnya bersama Sevilla adalah bukti sahihnya. Kini, berkat keberhasilan Arsenal menekuk Vorskla tersebut, Emery telah mengumpulkan 32 kemenangan. Jumlah itu lebih banyak dibanding kemenangan yang diraih pelatih mana pun.
Sayangnya, kemenangan Arsenal tersebut meninggalkan ganjalan tersendiri dalam benak Emery. Pelatih asal Spanyol itu memang sudah puas dengan kemenangan yang diraih anak-anak asuhnya. Namun, di saat yang bersamaan dia juga merasa kecewa karena harus kemasukan dua gol di akhir-akhir pertandingan.
"Tentu kami merasa bahagia karena kemenangan adalah hal terpenting di sini. Di awal kompetisi, sangatlah krusial untuk membangun kepercayaan diri dengan cara meraih kemenangan," kata Emery seperti dilansir situs resmi Arsenal.
"Kupikir, di 60 menit pertama penampilan kami sangat bagus di mana kami berhasil mempraktikkan ide permainan kami. Selain itu, kami juga berhasil memenangi banyak pertarungan di lapangan dan membuat banyak peluang. Dengan empat gol, kupikir kami berada di momen yang bagus."
"Akan tetapi, kami perlu kompetitif di 90 menit. Kupikir, di 20 menit terakhir kami mulai sering terancam dan di situlah kami kudu berbenah. Kami kecewa karena kemasukan dua gol, tetapi aku memilih untuk mengambil sisi positif dari 60 menit yang tadi. Dari sanalah kami harus membangun diri," lanjut mantan pelatih Paris Saint-Germain itu.

Aubameyang merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Vorskla. (Foto: Reuters/David Klein)

Pada pertandingan tersebut, Pierre-Emerick Aubameyang jadi penampil terbaik lewat dua gol yang diciptakannya. Menariknya, persis setelah mencetak gol kedua, penyerang asal Gabon itu justru ditarik keluar dan digantikan oleh Mesut Oezil. Bagi Emery, keputusan yang dilakukannya itu semata-mata adalah untuk kebaikan tim secara keseluruhan.
"Kami ingin membangun rasa percaya diri dalam diri para pemain serta memberi kesempatan bagi mereka yang menit bermainnya masih minim. Ke depannya kami harus menjalani banyak pertandingan dan itu sangat diperlukan. Kepercayaan diri itulah yang bakal membantu kami untuk terus berkembang," tutup Emery.
Dengan kemenangan 4-2 ini, Arsenal untuk sementara berhak atas puncak klasemen Grup E. Mereka unggul agresivitas gol atas Sporting CP yang pada pertandingan lainnya sukses mengandaskan perlawanan wakil Azerbaijan, Qarabag, dengan skor 2-0.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: