Pencarian populer

Eriksen sang Penyelamat dan Mimpi Buruk Inter di Markas Spurs

Para pemain Tottenham Hotspur merayakan gol Cristian Eriksen ke gawang Inter Milan. (Foto: Reuters/Paul Childs)

Inter Milan melepaskan kesempatan emas untuk menyegel tiket ke babak 16 besar Liga Champions 2018/19. Bertandang ke Wembley Stadium pada partai kelima Grup B, Minggu (29/11/2018) dini hari WIB, Inter takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur.

Dengan hasil ini, Inter berada di posisi tiga klasemen sementara dengan koleksi 7 poin, raihan angka mereka sama dengan Spurs di posisi kedua. Kendati begitu, Inter tetap berpeluang lolos ke fase gugur karena pada laga terakhir fase grup dua pekan mendatang, mereka hanya akan menghadapi PSV Eindhoven di Giuseppe Meazza.

Sementara itu, laga terakhir Spurs cukup berat karena harus bertandang ke Camp Nou untuk menghadapi Barcelona yang sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Nah, dari laga Spurs vs Inter sendiri, kumparanBOLA telah merangkum beberapa notula menarik sebagai berikut.

Eriksen, Pemain Pengganti yang Jadi Nemesis Inter

Keputusan Mauricio Pochettino untuk memasukkan Cristian Eriksen di sisa 20 menit laga terbukti ampuh. Pemain asal Denmark itu menjadi penyelamat The Lilywhites lewat golnya di menit ke-80.

Eriksen pun tercatat menjadi pemain Spurs kedua yang bisa mencetak gol sebagai pemain pengganti di Liga Champions, setelah Roman Pavlyuchenko pada edisi 2010/11. Uniknya, Pavlyuchenko melakukannya juga ke gawang Inter saat Spurs menang 3-1 di laga fase Grup A.

Rekor Buruk Inter di Markas Spurs Berlanjut

Meski Wembley Stadium adalah markas sementara Spurs, kunjungan Inter kali ini menjadi kali ketiga buat I Nerazzurri ke markas Spurs. Sayangnya, di mana pun letak markas Spurs berada, Inter tak pernah bisa meraih hasil maksimal.

Tercatat, sudah tiga kali Inter menghadapi Spurs di markasnya. Pada dua pertemuan pertama yakni 2 Desember 2010 di Liga Champions, Inter kalah 1-3. Sementara pada pertemuan kedua di babak 16 besar Liga Europa 8 Maret 2013, Inter dihajar 0-3.

Spurs Mengulang Kegemilangan

Dengan mengalahkan Inter, Spurs tercatat telah menorehkan dua kemenangan beruntun di Liga Champions musim ini. Kemenangan pertama diraih saat menekuk PSV 2-1 tiga pekan lalu.

Toerhan apik ini menjadi rekor tersendiri buat Spurs karena untuk kedua kalinya bisa meraih kemenangan beruntun. Catatan pertama terjadi di Liga Champions musim 2017/18. Saat itu, Spurs meraih tiga kemenangan beruntun dari 1 November sampai 6 Desember 2017.

Inter Bermain Buruk Sejak Babak Pertama

Bukan cuma kekalahan yang membikin Inter harus kecewa, tetapi penampilan Mauro Icardi dan kolega menambah buruk rapor di laga melawan Spurs. Di babak pertama, Inter hanya menciptakan satu peluang. Sedangkan, Spurs menciptakan 8 peluang dengan 4 di antaranya dilakukan oleh Lucas Moura seorang.

Mauro Icardi Tak Bertaji

Icardi datang ke Wembley dengan modal sebagai juru gedor menakutkan Inter karena telah mengoleksi tiga gol dari empat laga Liga Champions musim ini. Tapi, taji penyerang asal Argentina itu tak terlihat di laga ini karena sama sekali tidak melepas percobaan ke gawang Spurs.

Dengan gagal membobol gawang Hugo Lloris, Icardi tercatat telah absen mencetak gol untuk Inter dalam dua pertandingan beruntun di lintas kompetisi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: