Pencarian populer
12 Januari 2019 14:19 WIB
0
0
Fakhri Siap Tangani Timnas U-19: Tidak Boleh Menolak Panggilan Negara
Coach Fakhri Husaini di laga Timnas U-16 vs Timnas Iran U-16. (Foto: Adam Aidil, AFC.)
Prestasi menjuarai Piala AFF U-16 2018 bersama Timnas U-16 Indonesia tak lantas menggaransi Fakhri Husaini untuk bertahan di kursi pelatih. Untuk 2019, posisinya malah diambil alih oleh Bima Sakti.
Ya, kursi pelatih Timnas Indonesia di level senior dan beberapa kelompok usia memang telah ditentukan. Selain Bima di Timnas U-16, ada pula Indra Sjafri yang terpilih menukangi Timnas U-22 dan Simon McMenemy sebagai juru taktik Timnas Indonesia.
Tinggal satu posisi lowong, yakni pelatih Timnas U-19 yang ditinggalkan Indra Sjafri. Dan, berdasarkan rekam jejak kesukesan Fakhri, publik menyarankan agar PSSI menunjuk pelatih 53 tahun itu untuk memimpin skuat 'Garuda Nusantara' pada Piala AFF U-18, Juni 2019 mendatang.

Indonesia menjadi juara Piala AFF U-16 usai menang atas Thailand melalui adu pinalti dengan skor 5-4 (1-1) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)
Fakhri sendiri tak menutup peluang tersebut. Dia bahkan menyatakan kesiapannya apabila dipercaya oleh federasi kelak.
"Saya sampaikan tidak ada warga negara yang boleh menolak panggilan negara. Disuruh melatih saja menolak, apalagi suruh perang," kata Fakhri kepada kumparanBOLA, Sabtu (12/1/2019).
"Menurut saya, melatih U-19 juga tidak seberat U-16, karena sumber pemain yang ada. Level U-19 sudah ada kompetisinya. Ada juga pemain-pemain mantan U-19 Indra Sjafri. Pemain U-16 kemarin yang masuk kategori istimewa juga bisa saya naikkan. Sumber lain mungkin bisa dari Liga 3. Kita lihat saja keputusan PSSI nanti seperti apa," tuturnya.
Posisi pelatih Timnas U-19 bukanlah satu-satunya opsi untuk Fakhri. Pasalnya, dia juga menerima tawaran dari klub Liga 1 yang enggan disebutkan namanya.

Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini. (Foto: Dok. PSSI)
Kalau menurut Fakhri, lebih memungkinkan dirinya menerima pinangan PSSI untuk menangani Timnas U-19. Ini disebabkan oleh status Fakhri sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim Bontang (PKT).
"Klub kan' sama-sama profesional, jadi saya harus melepas jabatan di PKT. Berbeda dengan timnas, perusahaan akan mengizinkan. Saya boleh ambil cuti tanpa tanggungan seperti ketika menangani Timnas U-16. Ini pula yang menjadi pertimbangan saya," ucap Fakhri.
Kendati begitu, keputusan tentu bukan berada di tangan Fakhri, melainkan PSSI melalui rapat Komite Eksekutif atau Kongres. PSSI sendiri akan menggelar Kongres Tahunan di Nusa Dua, Bali, 20 Januari 2019.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: