kumparan
24 Feb 2019 8:20 WIB

Final Piala Liga: Kesempatan Balas Dendam Terakhir Chelsea

Aksi Sterling dalam laga Chelsea vs City. Foto: Reuters/John Sibley
Chelsea dan Manchester City sudah banyak berjumpa pada musim 2018/19 ini. Perjumpaan mereka pun akan ditutup dalam satu panggung yang bisa dibilang pas.
ADVERTISEMENT
Ya, Chelsea akan bersua Manchester City di Stadion Wembley, Minggu (24/2/2019) malam WIB, dalam laga bertajuk laga final Piala Liga Inggris 2018/19. Khusus untuk musim ini, terhitung The Blues dan The Citizens sudah bertemu tiga kali: sekali di laga Community Shield dan dua kali di ajang Premier League.
Dari total tiga pertemuan tersebut, Chelsea jadi tim yang inferior dari City dengan catatan dua kali kalah dan sekali menang. Bahkan, salah satu kekalahan tercatat dengan skor yang lumayan memalukan untuk klub seukuran Chelsea, yaitu 0-6. Itu terjadi dalam laga pekan 26 Premier League 2018/19.
Tapi, bukan berarti Chelsea tidak memiliki momen spesial bersama City di musim ini. Pada pertemuan pertama kedua tim Desember 2018 silam di ajang Premier League, Chelsea mampu meraih kemenangan 2-0 atas City. Kemenangan ini sekaligus menghentikan rekor tidak terkalahkan City dalam ajang Premier League 2018/19.
ADVERTISEMENT
Dari kemenangan tersebut, tampak bahwa Chelsea sebenarnya memiliki potensi untuk membuat City bertekuk lutut. Pertanyaannya, dalam laga final Piala Liga Inggris nanti, mampukah Chelsea melakukan hal yang sama di tengah situasi yang mereka alami sekarang?
Olivier Giroud merayakan gol bersama Willian. Foto: Reuters/Tony O'Brien
***
Jika menilik kondisi 'si Biru' kini, mereka berada dalam posisi yang tidak terlalu bagus. Dari enam laga terakhir yang sudah mereka jalani, mereka tampil inkonsisten dengan raihan tiga kali menang dan tiga kali kalah. Dua kekalahan bahkan mereka catatkan dengan skor yang telak: 0-4 dari AFC Bournemouth dan 0-6 dari City.
Tapi, seperti yang Sarri ujarkan, laga final ini memiliki atmosfer yang berbeda. Di laga sekelas final tersebut, bahkan tim yang meraih hasil buruk bisa saja keluar jadi juara. Chelsea dapat melakukan itu, asal mereka bisa melakukan hal di bawah ini. Apa sajakah itu?
ADVERTISEMENT
Pertama, mereka harus memaksimalkan para pemain di lini serang. Sarri selalu ingin agar para pemain Chelsea dapat menyerang secara cair. Cair di sini berarti pergerakan para pemain tidak boleh statis. Mereka harus terus bergerak secara acak untuk mengacaukan lini pertahanan lawan, sehingga kelak celah akan tercipta dan hal itu bisa dimanfaatkan para pemain Chelsea.
Berbekal para pemain macam Eden Hazard, Pedro Rodriguez, Willian Borges, dan Gonzalo Higuain di lini serang, ditopang oleh pemain seperti N'Golo Kante, Mateo Kovacic, dan distributor andal bernama Jorginho di lini tengah, Chelsea semestinya bisa melakukan ini. Pada pertemuan pertama di Stamford Bridge, hal itu berhasil mereka lakukan sehingga lini pertahanan City bisa mereka buat kocar-kacir.
ADVERTISEMENT
Kedua, mereka sebisa mungkin harus menghadirkan kejutan dari lini kedua. Dalam pertemuan pertama di Stamford Bridge, kehadiran pemain dari lini kedua memberikan kejutan yang berarti bagi pertahanan City. Itu terlihat dari gol pertama Chelsea yang ditorehkan oleh Kante.
Kante merayakan golnya di laga vs Manchester City. Foto: REUTERS/Eddie Keogh
Di pertemuan nanti, Chelsea setidaknya harus kembali melakukan itu. Jikapun bukan Kante yang muncul dari lini kedua, setidaknya ada nama Ross Barkley ataupun Kovacic yang bisa melakukan hal tersebut. Keduanya bisa jadi pemain yang muncul dari lini kedua dan mencetak gol jika kelak lini serang Chelsea dimatikan oleh para bek City. Lini kedua ini bisa jadi opsi lain Chelsea dalam membongkar pertahanan City.
Yang ketiga adalah soal garis pertahanan tinggi dan ruang kosong di lini pertahanan. Dengan model permainan yang diterapkan Chelsea ini, garis pertahanan yang kelewat tinggi dan ruang-ruang kosong di lini pertahanan adalah dua hal yang rentan terjadi. Hal itu bisa dimanfaatkan oleh lawan-lawan Chelsea, tak terkecuali City.
ADVERTISEMENT
Semakin enak bagi City, karena mereka memiliki pemain-pemain dengan kemampuan dribel serta kecepatan mumpuni; kemampuan yang pas untuk memanfaatkan garis pertahanan tinggi serta ruang kosong di pertahanan Chelsea. Ketika menang di Etihad, hal inilah yang menjadi salah satu kunci kemenangan City.
Selain dua hal tersebut, Chelsea juga harus waspada terhadap kesalahan sendiri. Di laga sebesar laga final Piala Liga Inggris, satu kesalahan bisa berakibat fatal bagi tim. Maka, ada baiknya kesalahan itu dikurangi dengan cara komunikasi yang baik antara para pemain bertahan. Komunikasi yang baik ini juga dapat dilakukan agar ruang-ruang kosong di pertahanan bisa ditutupi dengan segera.
City hantam Chelsea di Etihad Stadium. Foto: REUTERS/Phil Noble
***
Bagaimanapun, City bukanlah tim yang mudah untuk Chelsea taklukkan. Mereka adalah calon jawara Premier League. Di ajang Liga Champions, mereka bahkan mampu bangkit usai tertinggal 1-2 dari Schalke 04 meski bermain dengan 10 pemain. Hal-hal di atas mencerminkan potensi City sebagai tim juara. Jangan lupa, mereka juga adalah juara bertahan Piala Liga Inggris.
ADVERTISEMENT
Terlepas dari semua itu, Chelsea tetap memiliki potensi untuk mengalahkan City, meski potensi itu juga sebesar potensi mereka untuk kalah dari City. Asal bisa memaksimalkan hal-hal yang berpotensi membuat mereka menang atas City sembari meminimalisir hal-hal yang berpotensi membuat mereka kalah dari City, Chelsea bisa keluar sebagai pemenang di akhir laga.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan